"YKS" Tidak Ada Lagi, Caisar Sedih

Kompas.com - 29/06/2014, 14:07 WIB
Para bintang Yuk Keep Smile (YKS), yaitu Adul, Omes, Kiwil, Caisar, dan Denny (dari kiri ke kanan), berfoto bersama sesudah jumpa pers road show Yuk Keep Smile: Hura Hurain Jakarta, Sabtu (23/11/2013) di Jakarta. TRIBUN JAKARTA/JEPRIMAPara bintang Yuk Keep Smile (YKS), yaitu Adul, Omes, Kiwil, Caisar, dan Denny (dari kiri ke kanan), berfoto bersama sesudah jumpa pers road show Yuk Keep Smile: Hura Hurain Jakarta, Sabtu (23/11/2013) di Jakarta.
|
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com -- Caisar Putra Aditya (24), yang menjadi populer karena goyangannya dalam acara televisi Yuk Kita Sahur atau YKS  (Ramadhan 2013) dan Yuk Keep Smile (setelah Ramadhan 2013), mengaku sedih karena YKS dihentikan dari 28 Juni-1 Agustus 2014.

"Ada tetesan air mata, yang pastinya. Biarkan itu menjadi masa lalu. Kesalahan. Mudah-mudahan ke depannya punya sajian yang lebih bagus," kata Caisar dalam wawancara di gedung TransTV, Minggu (29/6/2014) dini hari.

Caisar mengungkapkan, ia sedih karena sudah dekat dengan para pengisi acara lain, antara lain Raffi Ahmad dan Denny "Cagur".  Namun, ia yakin dan bersyukur, apa yang terjadi itu ada hikmahnya.

"Perasaan sangat sedih, apalagi kumpul, (dengan) teman sudah menyatu. Ini suatu hal yang Allah sudah mengatur sedemikian rupa. Kita bisa jadikan sesuatu supaya masyarakat lebih bagus lagi," ucap Caisar.

Selama bulan Ramadhan 1435 Hijriah, Caisar tetap tampil di TransTV. Bersama Raffi, Denny, Soimah, Parto, dan Nunung, ia mengisi acara Sahurnya Ramadhan.

YKS
episode 20 Juni 2014 memuat adegan Caisar dihipnosis untuk menghilangkan rasa takutnya kepada anjing. Hypnotherapist Ferdian Setiawan Setiadi memberi sugesti kepada Caisar untuk membayangkan anjing sebagai binatang yang lucu seperti Benyamin.

Pihak keluarga Benyamin berunjuk rasa kepada pihak TransTV. Mereka juga melaporkan keberatan mereka ke pihak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Setelah meminta keterangan dari pihak TransTV dan menyimak rekaman tayangan episode tersebut, pihak KPI menjatuhkan sanksi kepada TransTV untuk menghentikan penayangan YKS dari 28 Juni hingga 1 Agustus 2014.

Sementara itu, diterangkan oleh pihak TransTV , permintaan maaf mereka diterima oleh pihak keluarga Benyamin.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X