Tanda Tangan Jokowi Lengkapi Koleksi Museum Gitar Budjana

Kompas.com - 18/07/2014, 21:43 WIB
Calon presiden Joko Widodo atau Jokowi membubuhkan tanda tangan di gitar Parker bernama Magic Blue milik gitaris Dewa Budjana dalam acara seni 7 Hari untuk Kemenangan Rakyat di Teater Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (17/7/2014) malam. KOMPAS.com/IRFAN MAULLANACalon presiden Joko Widodo atau Jokowi membubuhkan tanda tangan di gitar Parker bernama Magic Blue milik gitaris Dewa Budjana dalam acara seni 7 Hari untuk Kemenangan Rakyat di Teater Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (17/7/2014) malam.
|
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com — Gitaris Dewa Budjana tak melewatkan kesempatan emas untuk mendapatkan tanda tangan calon presiden (capres) Joko Widodo atau Jokowi, yang hadir dalam acara seni 7 Hari untuk Kemenangan Rakyat di Teater Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (17/7/2014) malam.

"Saya lagi buat museum, boleh Pak Jokowi tanda tangan di gitar saya yang sebesar-besarnya," ujar pemain gitar band GIGI tersebut setelah tampil solo dengan gitar Parker kesayangannya yang bernama Magic Blue.

Seusai memperoleh tanda tangan Jokowi, pemilik nama lengkap I Dewa Gede Budjana ini mengaku tak pernah berencana untuk memintanya kepada Jokowi.

"Enggak, tadi spontan saja. Soalnya, saya lagi buat museum gitar di Ubud, Bali. Biar ada koleksi aja," kata Budjana.

Menurut Budjana, baru kali ini ia mengoleksi tanda tangan seorang tokoh politik di luar tanda tangan para gitaris kenamaan yang melengkapi koleksi museumnya.

"Jadi, enggak ada tokoh politik, baru ini saja, cuma satu-satunya," kata Budjana lagi.

Magic Blue merupakan salah satu gitar Budjana yang akan dimuseumkannya. Nama gitar itu telah diabadikan oleh Budjana menjadi sebuah komposisi, "Magic Blue". Magic Blue digunakannya ketika ia merekam komposisi "Dawai in Paradise".

Di luar soal gitar, Budjana mengungkapkan bahwa Jokowi membuatnya tidak menjadi golput lagi dalam pemilu presiden.

"Kalau boleh jujur sekarang, dari dulu saya itu golput, saya itu netral tadinya. Saya enggak kenal Pak Jokowi, Prabowo apalagi," tutur Budjana. "Cuma, setelah beberapa kali nonton debat capres, ini waktunya saya harus memilih. Saya akhirnya milih Pak Jokowi. Saya pertama kali nyoblos itu ya ini," lanjutnya.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X