Usaha Rumah Karaokenya Disebut Bisnis Prostitusi, Syahrini Marah

Kompas.com - 04/09/2014, 20:53 WIB
Syahrini tampil dalam Malam Puncak Teristimewa 24 SCTV di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (24/8/2014) malam. TRIBUNNEWS.COM/JEPRIMASyahrini tampil dalam Malam Puncak Teristimewa 24 SCTV di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (24/8/2014) malam.
|
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com -- Sebagai pemilik hak usaha franchise (waralaba) rumah karaoke bernama Princess Syahrini Family Karaoke, penyanyi Syahrini mengungkapkan kemarahannya karena ada berita yang menyebut bahwa dalam bisnis rumah karaokenya itu ada prostitusi dan jual beli minuman keras.

"Saya sangat murka, Ciao Bella terluka," kata Syahrini, yang sekarang menamai dirinya Ciao Bella, dalam jumpa pers di kantor pengacara Hotman Paris Hutapea, di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis (4/9/2014).

"Terluka hatiku. Saya sangat marah sekali kepada oknum-oknum yang mengenduskan berita miring kepada saya," lanjutnya.

Asal tahu saja, pada 20 Agustus 2014, rumah karaoke Princess Syahrini Family Karaoke di Tangerang, ditutup secara paksa oleh polisi dan pemerintah kota setempat. Penyegelan itu bermula dari kejadian sejumlah pria menyerbu rumah karaoke tersebut untuk menagih janji diangkat menjadi karyawan rumah karaoke itu. Diberitakan, ketika pihak berwajib memeriksa rumah karaoke tersebut, ditemukan banyak minuman keras. Oleh pihak berwenang, rumah karaoke itu lantas ditutup secara paksa karena melanggar Perda Nomor 7 tahun 2005 tentang Larangan Penjualan Minuman Beralkohol, Perda Nomor 8 tahun 2005 tentang Larangan Pelacuran, Perda Nomor 17 tahun 2011 tentang Retribusi dan Izin Tertentu, yakni Izin Mendirikan Bangunan (IMB), serta Perda Nomor 6 tahun 2011 tentang Ketertiban Umum.

Terkait dengan hal itu, Syahrini menyatakan bahwa bukan dirinya yang memiliki dan mengoperasikan rumah karaoke di Tangerang tersebut.

"Yang kami punya, kantor pusat, memegang franchise. Selebihnya, 30 (rumah karaoke), itu klien kami (yang memilikinya), pihak ketiga," jelasnya. 

"Dia (pihak yang memiliki dan mengoperasikan rumah karaoke di Tangerang itu) melanggar prosedur. Makanya, terhitung hari ini (4/9/2014), saya memutuskan kontrak dan meminta semua atribut saya diturunkan dari tempat itu," jelasnya lagi.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.