KPI Tegur Pihak TV dan Anang Hermansyah atas Tayangan Persalinan Ashanty

Kompas.com - 17/12/2014, 12:27 WIB
Anang Hermansyah menunjukkan foto-foto kelahiran buah hatinya dari Ashanty, dalam jumpa pers di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (14/12/2014). KOMPAS.com/IRFAN MAULLANAAnang Hermansyah menunjukkan foto-foto kelahiran buah hatinya dari Ashanty, dalam jumpa pers di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (14/12/2014).
|
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com — Pihak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat resmi menegur pihak lembaga penyiaran stasiun televisi swasta RCTI atas reality show eksklusif proses persalinan vokalis Ashanty, istri artis musik sekaligus anggota DPR, Anang Hermansyah. Tayangan berjudul Anakku Buah Hati Anang & Ashanty itu disiarkan langsung pada Minggu (14/12/2014).

Secara terbuka, KPI merilis surat teguran tersebut melalui situs kpi.go.id pada Senin (15/12/2014) dengan nomor surat 2932/K/KPI/12/14. Dalam surat itu, KPI memberi penjelasan mengenai pelanggaran yang terjadi dengan penayangan Anakku Buah Hati Anang & Ashanty.

"Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berdasarkan kewenangan menurut Undang-Undang No.32 tahun 2002 tentang Penyiaran (UU Penyiaran), pengaduan masyarakat, pemantauan dan hasil analisis telah menemukan pelanggaran Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) KPI tahun 2012 pada Siaran Reality Show Eksklusif Proses Persalinan Ashanty dengan judul: ‘Anakku Buah Hati Anang & Ashanty' yang ditayangkan oleh stasiun RCTI pada tanggal 14 Desember 2014 mulai pukul 13.14 WIB," demikian tulis pihak KPI.

KPI juga menilai siaran itu tidak memiliki manfaat untuk publik.

"Program tersebut menayangkan prosesi persalinan Ashanty selama kurang lebih 4 (empat) jam. KPI Pusat menilai siaran tersebut telah dimanfaatkan bukan untuk kepentingan publik. Program tersebut disiarkan dalam durasi waktu siar yang tidak wajar serta tidak memberikan manfaat kepada publik sebagai pemilik utuh frekuensi. Jenis pelanggaran ini dikategorikan sebagai pelanggaran atas perlindungan kepentingan publik," lanjut pihak KPI.

KPI Pusat memutuskan bahwa tindakan itu telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 11 ayat (1) serta Standar Program Siaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 11 ayat (1).

"Berdasarkan pelanggaran di atas, KPI Pusat memutuskan menjatuhkan sanksi administrasi Teguran Tertulis," tekan KPI.

KPI mengimbau agar RCTI dan Anang tak menayangkan kembali reality show tersebut.

"Saudara diminta untuk tidak menayangkan kembali (Re Run) serta tidak mengulangi kesalahan yang sama untuk program sejenis lainnya di kemudian hari. Perlu diingat bahwa frekuensi adalah milik publik yang harus dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemaslahatan masyarakat banyak," seru pihak KPI.

"Saudara wajib menjadikan P3 dan SPS KPI Tahun 2012 sebagai acuan utama dalam penayangan sebuah program siaran. Demikian agar sanksi administratif teguran tertulis ini diperhatikan dan dipatuhi. Terima kasih," sambung pihak KPI.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X