Adipati Dolken Sulit Keluarkan "Aura" Jenderal Soedirman

Kompas.com - 20/01/2015, 16:44 WIB
|
EditorAti Kamil
KOMPAS.com/IRFAN MAULLANA Adipati Dolken hadir dalam jumpa pers dan syukuran produksi film Jenderal Soedirman di Balai Sudirman, Jalan Dr Saharjo, Jakarta Selatan, Selasa (20/1/2015).
JAKARTA, KOMPAS.com -- Artis peran Adipati Dolken (23) mengaku sulit mengeluarkan "aura" Panglima Besar Jenderal Soedirman, yang diperankannya dalam film Jenderal Soedirman.

"Saya berperan jadi Jenderal Soedirman umur 30 tahun sampai dia meninggal. Kesulitannya itu mengeluarkan auranya, dia sosok yang pendiam, tapi dia sangat berpengaruh," kata Adipati usai jumpa pers dan syukuran produksi film Jenderal Soedirman di Balai Sudirman, Jalan Dr Saharjo, Jakarta Selatan, Selasa (20/1/2015).

"Pasti ada beban, karena sosoknya sangat besar dan sangat berpengaruh kepada Indonesia," imbuhnya.

Namun, Adipati merasa beruntung karena dibantu oleh putra bungsu Jenderal Soedirman, Teguh Soedirman, untuk mengeluarkan "aura" Jenderal Soedirman.

"Saya minta izin ngobrol-ngobrol. Saya minta masukan tentang Pak Soedirman. Saya pribadi dikasih beberapa CD tentang perjalanan Pak Soedirman. Saya dibawa untuk melihat museumnya di Pacitan. Saya dibawa ke kuburan Pak Soedirman," ceritanya.

Selain itu, latihan fisik ala militer bersama Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di Situ Lembang, Jawa Barat, diakui oleh Adipati juga membantunya dalam menyiapkan diri berperan sebagai Jenderal Soedirman.

"Dengan Kopassus, latihan semi militer. Jam empat pagi kami bangun, shalat, mandi. Jam lima kami senam. Jam enam kami naikin bendera, terus apel pagi, terus latihan, jaga barak," paparnya.

"Sama tim gerilya, jiwa tentaranya harus dikeluarkan. Saya menghormati mereka itu seperti menghormati orangtua saya," lanjutnya.

Film Jenderal Soedirman mengangkat kisah perjuangan Jenderal Soedirman beserta sekelompok kecil tentara dan dokter pribadinya melawan Belanda secara gerilya selama tujuh bulan. Awalnya, Soedirman dan pasukannya dibuntuti oleh pasukan Belanda, tetapi mereka berhasil kabur dan mendirikan markas sementara di Solo, dekat Gunung Lawu.

Selama bergerilya, dengan perintah siasat nomor satu, Jenderal Soedirman mampu memimpin kegiatan militer di Jawa, termasuk Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta, yang diusulkan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Jenderal Soedirman menjadikan Jawa medan perang gerilya yang luas dan membuat Belanda kehabisan logistik dan waktu.

Selain dibintangi oleh Adipati, film yang diproduseri oleh Handi Ilfat dan Sekar Ayu Asmara serta disutradarai oleh Viva Westi itu dimainkan pula oleh sejumlah artis peran lainnya, yakni Ibnu Jamil, Mathias Muchus, Nugie, dan Lukman Sardi. Diagendakan, film Jenderal Soedirman akan dirilis pada Agustus 2015 sebagai kado 70 tahun kemerdekaan Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.