Syaharani & Queenfireworks dan Ipong Purnama Sidhi Tampilkan Karya di BBJ

Kompas.com - 26/02/2015, 14:26 WIB
Syaharani and Queenfireworks (ESQI:EF) tampil dalam acara peluncuran video trip untuk lagu mereka yang berjudul  Selalu Ada Cinta di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Junat (12/9/2014) malam. KOMPAS.com/IRFAN MAULLANASyaharani and Queenfireworks (ESQI:EF) tampil dalam acara peluncuran video trip untuk lagu mereka yang berjudul Selalu Ada Cinta di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Junat (12/9/2014) malam.
|
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com -- "Kakang Kawah Adhi Ari-ari", pameran tunggal lukisan dan ilustrasi cerpen karya Ipong Purnama Sidhi, pemutaran perdana video trip "Apa Adanya" dari band Syaharani & Queenfireworks (ESQI:EF), dan pertunjukan grup musik tersebut, akan diadakan di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), Palmerah Selatan No 17, Jakarta Pusat, Kamis (26/2/2015) malam. Pameran, pemutaran video trip, dan pertunjukan musk itu akan menjadi bukti keandalan Ipong Purnama Sidhi dan vokalis Syaharani berikut rekan-rekan pemusik sebandnya. Ipong kuat dengan lukisannya, sedangkan Syaharani fasih mengenai musik.

Ipong memilih bahasa visual yang ekspresionistik untuk lukisannya. Warna-warnanya provokatif. Elan vitalnya menggelora, dengan ditandai garis-garis agresif hasil cipratan, lelehan, serta lemparan cat di banyak sisi kanvasnya. Elemen itu tentu mengingatkan kita kepada pelukis AS, Jackson Pollock. Figur-figur ditampilkan dengan sejumlah simplifikasi, agar wajah-wajah sang manusia sebagai subyek yang berkiprah, sebagai homo ludens, hadir dominan. Sebagian besar wajah itu ditampilkan dalam keadaan tirus.

Presentasi itu bisa saja membawa pikiran kita kepada ekspresionisme Oskar Kokoschka, Egon Schiele sampai Art Brut (brutal art) Jean Dubuffet. Namun, importasi elemen dan gaya itu oleh Ipong berhasil dijinakkan menjadi "piaraannya" sendiri.

Pelukis kelahiran 1955 ini menggubah setiap kanvasnya menjadi drama sebabak yang menceritakan satu momentum dari kehidupan. Bak panggung drama, figur-figur itu frontal menghadap para penontonnya. Rasa tubuh dan rona wajah terekspos jelas. Matanya berbicara. Senyumnya terbaca lewat bibirnya yang superlatif dan membentuk nyata.

Lebih jauh, lukisan Ipong menegaskan bahwa citra auratik, yang ditandai dengan hadirnya jejak emosi personal, dan menghasilkan rangkaian wujud yang cirinya saling berkait, tetap hadir sebagai sesuatu yang menawan. Ini merupakan antitesis dari wacana seni lukis (kuasi) kontemporer abad ke-21 yang sering menihilkan oleh citra auratik individu--sebuah kasus yang menyebabkan seni rupa (kuasi) kontemporer sering kehilangan tanda-tanda karakter penciptanya.

Pameran lukisan dan ilustrasi cerpen karya Ipong kali ini merupakan penanda, di ujung kerinduan untuk pensiun bekerja di Kompas Gramedia selama 32 tahun masa kerja, justru menunjukkan gairah untuk berkarya yang semakin menggelora. Dua puluhan lukisan dan 50 ilustrasi cerpen Ipong yang pernah diterbitkan di Kompas dari 1990 sampai awal 1995 dipamerkan.

Sementara itu, Syaharani, penyanyi asal Batu, Malang, Jawa Timur, dikenal sebagai salah satu penyanyi jazz andal di Indonesia. Rani--begitu ia akrab dipanggil--memulai kariernya pada  1990 dari panggung kampus. Pada akhir 1998 ia bersama Bubi Chen, Benny Likumahuwa, Sutrisno, Cendi Luntungan, dan Oele Pattiselano mengeluarkan album jazz berjudul What Wonderful World.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada 2006 ia berkolaborasi dengan gitaris Donny Suhendra dan gitaris Achmad Fareed atau Didit Saad dalam Syaharani & Queenfireworks (ESQI:EF). Bagi Rani, bermusik bukan mencipta atau menyanyikan lagu saja, melainkan lebih ke keterikatan rasa, sehingga karya yang dihasilkannya bisa lebih mengena.

Rasa cinta dan bangganya kepada Indonesia diwujudkannya dengan membuat konsep perjalanan yang menghadirkan keelokan Alas Purwo, Pantai Pancur, dan beberapa tempat lain di Banyuwangi, Jawa Timur, untuk klip video lagu "Apa Adanya" dari album Syaharani & Queenfireworks yang berjudul Selalu Ada Cinta (2013). Ia menyebutnya video trip.

Suasana hutan dan pantai itu dihadirkan untuk mengingatkan kita kepada alam yang selalu memberi kepada kita. "Apa Adanya" bertutur tentang kesederhanaan; imbauan untuk lebih tenang menempuh ujian waktu; menggunakan indra-indra kita yang istimewa untuk menjadi lebih peka kepada diri sendiri dan sekitar kita; perjalanan menemukan dan memahami diri sendiri; tidak berburuk sangka kepada kehidupan dan kesedihan; serta memahami bahwa kita semua sama di hadapan Yang Maha Kuasa.

Cerita dalam lagu tersebut dihidupkan oleh dua sahabat masa kecil, Moudy dan Yuuta, yang masih saling mengingat dan berjanji untuk pulang ke kampung halaman agar bisa berjumpa. Ketika mereka bertemu itulah mereka menyadari bahwa mereka merupakan satu kesatuan.

Lirik lagu dengan cerita yang sederhana dan jujur itu ditulis oleh Rani. Komposisi dan aransemennya yang mengalir ringan dicipta oleh Didit. Sementara itu, video trip lagu tersebut diproduksi oleh Bayu VDP-Padi Padi Pictures, dengan sutradara Adithya, asisten sutradara Syahril Lubis, serta produser Rifki Apsari.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.