3 Diva Cairkan Java Jazz dengan Canda

Kompas.com - 07/03/2015, 10:51 WIB
3 Diva tampil di Jakarta International Java Jazz Festival, Hall D2, JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2015). KOMPAS.com/IRFAN MAULLANA3 Diva tampil di Jakarta International Java Jazz Festival, Hall D2, JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2015).
EditorIrfan Maullana
JAKARTA, KOMPAS.com -- Untuk kali pertama, setelah 11 tahun digelar, Jakarta International Java Jazz Festival atau Java Jazz, akhirnya menghadirkan grup vokal 3 Diva yang terdiri dari Titi DJ, Ruth Sahanaya, dan Krisdayanti atau KD untuk tampil di depan para pecandu musik jazz. Tak sekadar bernyanyi, 3 Diva juga menyuguhkan tawa dan canda.

"Ini pengalaman pertama Krisdayanti tampil di acara jazz. Kalau saya dulu... pacaran sama pemain jazz," canda Titi usai 3 Diva membuka penampilan dengan lagu-lagu "Ekspresi", "Bawa Daku Pergi", dan "Mahadaya Cinta" di Hall D2, JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2015).

"Iya itu tadi medley, Ruth menyanyikan 'Ekspresi', saya 'Bawa Daku Pergi', KD 'Mahadaya Cinta'. Semoga semuanya senang," lanjutnya.

Tanpa berlama-lama, 3 Diva langsung menggelindingkan sebuah lagu yang dicipta Titi, "A Lotta Love", sebelum menyanyikan lagu "L.O.V.E" dan "Lady is a Tramp" yang musik jazznya dimainkan Eugene (saksofon), Eto (bas), Noldy (gitar), Dito (perkusi), Yaya (drum), dan Edwin Saladin (keyboard) dalam formasi Edwin Saladin Big Band.

"Kita bukan latihan, tapi kita sudah harus lakukan. Ini adalah lagu jazz, latihannya cukup intens dengan guru vokalnya," ujar Titi.

Sesekali saling ledek terjadi di antara Titi, Ruth, dan KD untuk mencairkan suasana. "Pengin cerita dong sebelum nyanyi. Jadi waktu latihan, karena KD suka lagu ini jadi dia bilang, 'Ingin ku mimi'i', karena namanya dia kan Mimi," kata Titi. "Kalau aku jadinya ingin ku mamake?" timpal Ruth. "Ingin ku rauli. Raul Lemos maksudnya. Ini dia 'Ingin Ku Miliki'," timpal Titi yang disambut tawa oleh KD di awal lagu "Ingin Ku Miliki".

Sesudahnya, "Bahasa Kalbu" dipilih 3 Diva untuk melengkapi repertoar mereka. "Saya setiap lagu ini dinyanyikan mereka berdua saya merasa bangga," kata Titi. "Kami sih sudah beberapa kali menyanyikan lagu ini, tapi tetap mengejutkan, karena tetap kaget ini giliran siapa sih," tambah KD.

"Maklum sudah mau 'flirty' fourty," timpal Titi. "Jadi enggak boleh flirty-flirty lagi," sambung Ruth memancing tawa penonton.

Pada lagu berikutnya, Titi menjadi korban olok-olok kedua rekannya. "Berikut ini lagunya KD, tapi kayaknya cocok buat Mbak Titi," kata Ruth. "Seperti lagu 'Pilihlah Aku', aku ingin memilih jodohku di sini," kata Titi. "Eh itu ada anak-anak saya. Biasa joke aja, ini judulnya 'Pilihlah Aku'," imbuhnya dengan nada canda.

Untuk melebur dengan penonton yang lebih muda, 3 Diva pun menyuguhkan lagu-lagu masa kini. "Banyak sekali penyanyi muda, dan kami sangat respek sekali. Berikut ini ada tiga lagu dari tiga penyanyi pria," kata KD membuka lagu "Jangan Cintai Aku Apa Adanya" (Tulus), "Jauh di Mata Dekat di Hati" (RAN), "Panah Asmara" (Afgan).

Di ujung pertunjukan perdananya di Java Jazz, 3 Diva menurunkan temponya dengan lagu yang kalem. "Lagu berikut ini lagu 80's dari Sergio Mendes," kata KD.

"Enggak usah disebutin biar berdarah-darah ya dengernya," sambung Titi sebelum "Never Gonna Let You Go" disuguhkan menjadi penutup penampilan diva-diva Indonesia itu di Java Jazz.

Namun, agaknya penonton tak rela jika 3 Diva memungkaskan aksi panggung dengan lagu yang terlalu kalem. Mereka lantas meminta Titi, Ruth, dan KD kembali ke atas panggung. "We want more," seru mereka. Tanpa berlama-lama, 3 Diva pun kembali ke pentas dengan lagu pamungkas "All About That Bass" yang dipopulerkan Meghan Trainor.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X