Olivia Zalianty: Saya Harus Menari Pakai Hati

Kompas.com - 27/03/2015, 15:35 WIB
Olivia Zalianty berperan sebagai Srikandi dalam pementasan wayang orang Lahirnya Parikesit di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Kamis (26/3/2015) malam. KOMPAS.com/YULIANUS FEBRIARKOOlivia Zalianty berperan sebagai Srikandi dalam pementasan wayang orang Lahirnya Parikesit di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Kamis (26/3/2015) malam.
|
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com — Bermain sebagai Dewi Srikandi dalam pementasan wayang orang Lahirnya Parikesit, artis peran Olivia Zalianty (33) mengungkapkan bahwa dirinya harus menari dengan hati untuk penampilannya tersebut.

"Aku berperan jadi pahlawan Srikandi di pentas Parikesit ini, harus berantem sama banyak orang. Jadi, selain belajar nari Jawa, aku juga belajar silat dan beladiri," tutur Olivia dalam wawancara sebelum pentas di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Kamis (26/3/2015) malam.

Olivia menekankan, ia harus menari dengan penjiwaan dari hati.

"Saya kan basic-nya silat, tapi di sini basic-nya menari Jawa digabungin sama silat, jadi kontemporer, jadi bentuk yang menarik, dan mengharuskan saya menari pakai hati," tutur adik artis peran Marcella Zalianty ini lagi.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X