Dimas Seto Enggan Disebut Atlet Maraton

Kompas.com - 15/04/2015, 15:44 WIB
Dhini Aminarti bersama suaminya, Dimas Setowardana, diabadikan usai wawancara di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2015). KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENG PANGERANGDhini Aminarti bersama suaminya, Dimas Setowardana, diabadikan usai wawancara di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2015).
|
EditorIrfan Maullana
JAKARTA, KOMPAS.com -- Artis peran Dimas Setowardana (35) enggan disebut pelari atau atlet lari meski dirinya sudah menggeluti maraton sejak dua setengah tahun lalu. Dimas mengatakan, dia lari untuk menjaga kesehatan dan bersenang-senang tanpa memikirkan prestasi.

"Kami kan bukan atlet ya. Perlu diingat yang kami ikuti event dunia dengan peserta 30 ribu orang. Kami lebih ke fun run. Tapi ikut bertanggung jawab sama diri sendiri," kata Dimas dalam wawancara di kawasan SCBD, Jakarta, Selasa (14/4/2015).

"Prestasinya itu lebih ke melawan diri sendiri. Paling saling memotivasi dengan bersaing lari bareng temen-temen," imbuhnya.

Dimas dan istrinya, pemain sinetron Dhini Aminarti, menyukai olahraga sejak masih duduk di bangku sekolah. Setelah lari menjadi salah satu tren olah raga, Dimas dan Dhini menjadi gemar mengikuti berbagai ajang lari.

Dimas kemudian memutuskan untuk fokus pada ajang lari kelas full marathon 42 kilometer yang biasa diselenggarakan di luar negeri. "Kebetulan lari ini yang terekspos sedang menjadi tren anak muda, jadi kami terdengar juga suka lari. Aku full marathon Desember di Singapura, terus di Jepang. Maraton sekarang jadi goal-nya aku ya. Kami pengin kalau bisa ikut maraton tertua di dunia. Mei kami mau coba di Bintan, berenang sepeda lari. Nanti ke Berlin," tutur Dimas.

Tak jarang Dimas justru cidera karena hobi larinya. Pria kelahiran 23 Juli 1979 ini sempat mengalami cidera ketika mengikuti maraton di Tokyo, Jepang, pada Februari lalu. "Karena kedeketan (rentang waktunya). Waktu itu aku baru full marathon di Singapura Desember, terus lari lagi Februari. Itu sebetulnya kurang bagus. Harusnya setahun sebaiknya tiga kali lari maraton," kata Dimas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.