"Avengers: Age Of Ultron": Ketika Iron Man dan Ultron Berbeda Pandangan

Kompas.com - 22/04/2015, 20:06 WIB
Avengers: Age of Ultron MarvelAvengers: Age of Ultron
|
EditorIrfan Maullana
JAKARTA, KOMPAS.com -- Setelah ditunggu jutaan penggemar, akhirnya film Avengers: Age of Ultron tayang perdana pada tanggal 22 April 2015.

Sutradara: Joss Whedon
Produser: Kevin Feige
Produksi: Marvel Studios
Distribusi: Walt Disney Studios Motion Pictures
Pemain: Scarlett Johansson (Natasha Romanoff-Black Widow), Linda Cardellini (Laura), Chris Hemsworth (Thor), Robert Downey Jr (Tony Stark-Iron Man), Chris Evans (Steve Rogers-Captain America), Aaron Taylor-Johnson (Pietro Maximoff-Quicksilver), Hayley Atwell (Peggy Carter), Cobie Smulders (Maria Hill), Elizabeth Olsen (Wanda Maximoff-Scarlet Witch), James Spader (Ultron voice), Tom Hiddleston (Loki), Jeremy Renner (Clint Barton-Hawkeye), Mark Ruffalo (Bruce Banner-The Hulk), Idris Elba (Heimdall), Samuel L. Jackson (Nick Fury), Paul Bettany (Jarvis-The Vision), Andy Serkis (Ulysses Klaw).

Avengers: Age of Ultron dibuka dengan aksi Iron Man, Captain America, Black Widow, Thor, Hulk dan Hawkeye menggempur markas Hydra yang dipimpin Baron Strucker. Dalam serangannya, The Avengers berupaya merebut tongkat Loki yang akan digunakan oleh Baron untuk melancarkan misi kejahatan Hydra.

Cerita berlanjut dengan keberhasilan tim Avengers dalam merebut tongkat Loki. Namun, tanda-tanda petaka mulai terasa ketika Stark berencana membuat pasukan perdamaian dunia bernama Ultron dengan memanfaatkan kekuatan tongkat Loki.

Ultron tiba-tiba berubah menjadi robot super cerdas tetapi berbeda pandangan dengan Stark mengenai perdamaian dunia. Bagi Ultron, perdamaian dunia bisa dicapai dengan menghancurkan seisi bumi lalu membangunnya kembali dengan manusia yang berevolusi seperti dirinya. Konflik inilah yang akhirnya menjadi inti cerita dari sekuel Avengers ini.

Sutradara Joss Whedon makin mahir dalam mengatur aksi tempur para superhero The Avengers. Penonton pun hanyut dalam berbagai adegan yang dibumbui efek visual kelas jempolan. Namun, di satu sisi Whedon terkesan menyisakan berbagai pertanyaan dalam benak penonton.

Alur cerita yang mengambang membuat beberapa karakter dalam Avengers: Age of Ultron seolah terjebak dan tidak ada pengembangan karakter yang signifikan. Sebagai contoh, ia kurang mengeksplorasi dua tokoh baru yang sebenarnya mencuri perhatian, yakni si kembar Scarlet Witch yang diperankan Elizabeth Olsen, dan Quicksilver yang dibawakan oleh Aaron Taylor-Johnson.

Padahal, dua tokoh baru ini memiliki peran penting karena berkat kemampuan Scarlet Witch dalam membuat halusinasi, akhirnya gagasan Stark akan Ultron menjadi kenyataan yang menyebabkan cikal bakal terjadinya konflik dalam film ini. Begitu pula nasib tokoh baru The Vision, yang lagi-lagi kurang diekplorasi secara maksimal. Agaknya, Joss memang sengaja membuat penonton bertanya-tanya sehingga mereka akan terus menunggu sekuel Avengers berikutnya untuk menemukan jawaban.

Terlepas dari alur cerita yang terkesan mengambang dan rumit dengan memunculkan pertanyaan yang tak kunjung selesai, sekuel dari film Avengers  kali ini tak lupa mengedepankan nilai humanis para superhero yang saling bercanda, melempar humor menarik, dan bercengkerama layaknya orang biasa.

Kisah drama cinta antara Natasha Romanoff dan Bruce Banner, hingga kisah Hawkeye bersama keluarga kecilnya, juga mengupas sisi lain agen rahasia hingga superhero pun memiliki hati dan privasi dalam kehidupan mereka.

Kemunculan sosok antagonis di akhir film bisa menjadi kunci bahwa Avengers tidak berakhir di sekuel Age of Ultron saja. Jawaban dari alur cerita yang mengambang dan rumit mungkin dapat ditemukan di sekuel-sekuel selanjutnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X