Anang Hermansyah: Polisi Siap Tindak Pembajakan

Kompas.com - 27/05/2015, 20:38 WIB
Politikus sekaligus penyanyi Anang Hermansyah (kiri) beserta sejumlah pelaku industri hiburan bertemu Kepala Bareskrim Polri Komjen Budi Waseso di Mabes Polri, Rabu (27/5/2015). Mereka melaporkan adanya tindak pidana pelanggaran hak cipta yang merugikan mereka. KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADOPolitikus sekaligus penyanyi Anang Hermansyah (kiri) beserta sejumlah pelaku industri hiburan bertemu Kepala Bareskrim Polri Komjen Budi Waseso di Mabes Polri, Rabu (27/5/2015). Mereka melaporkan adanya tindak pidana pelanggaran hak cipta yang merugikan mereka.
|
EditorIrfan Maullana
JAKARTA, KOMPAS.com -- Politikus yang juga artis musik Anang Hermansyah bersama sejumlah vokalis dan pemain film menyambangi Badan Reserse Kriminal Mabes Polri pada Rabu (27/5/2015). Kedatangan mereka kali ini untuk melaporkan kasus pembajakan yang menimpa industri musik dan film.

"Hari ini kami laporkan bersama teman-teman (musisi dan film). Bahwa pesannya, polisi sudah siap menindak. Lalu teman dari Barekraf (badan Ekonomi Kreatif) juga sudah buat Satgas," ujar penyanyi dan pencipta lagu Anang Hermansyah mewakili sejumlah artis kepada wartawan, di Bareskrim Mabes Polri.

Menurut Anang, kasus pembajakan yang melanggar Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, cukup merugikan para pelaku industri musik dan film. Contohnya, pembayaran royalti yang urung menemui kejelasan dan kerugian negara yang disebabkan tidak adanya penerimaan pajak.

"Tapi yang lebih miris adalah kalau barang yang sudah beredar tapi dinikmati terus, dampak panjang bahaya. Itu yang kami pikirkan," ucap Anang.

Anang menyesalkan bisnis karaoke yang masih memutar lagu-lagu tanpa seizin pencipta dan penyanyinya. "Makanya kami bersama Pappri, Asiri, dan Wami ingin lakukan laporan komprehensif," ujar Anang.

Karena sekelumit masalah ini Anang dan para pelaku industri musik dan film akhirnya memilih untuk mengadukan pembacakan ke tingkat Bareskrim. "Jangan sampai ada anggapan ke publik polisi diam saja dan main sikat. Tidak. Ini dilakukan dengan jalan yang benar," kata dia.

Berkait laporan ini Kabareskrim Budi Waseso langsung memerintahkan kepada aparat penegak hukum di seluruh Indonesia untuk segera menertibkan kasus pembajakan. Bahkan, Budi mengaku akan berkomitmen untuk menuntaskannya ke meja peradilan.

"Langkah kami misalnya penertiban ke tempat hiburan, pertokoan, mal. Artinya penegakan umum harus tuntas. Hulu ke hilir," ucap Budi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X