Bella Shofie Mengaku Sudah Utus Sopir untuk Ambil Porsche-nya

Kompas.com - 09/06/2015, 19:22 WIB
Mobil Porsche Boxter yang diakui sebagai milik Bella Shofie diamankan di Samsat Jakarta Utara, Selasa (9/6/2015). Mobil itu ditilang di Jalan Yos Sudarso, Senin (8/6/2015), pada Operasi Patuh Jaya. KOMPAS.com/TANGGUH SIPRIA RIANGMobil Porsche Boxter yang diakui sebagai milik Bella Shofie diamankan di Samsat Jakarta Utara, Selasa (9/6/2015). Mobil itu ditilang di Jalan Yos Sudarso, Senin (8/6/2015), pada Operasi Patuh Jaya.
|
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com — Artis peran dan penyanyi dangdut Bella Shofie (29) mengatakan bahwa ia sudah mengutus sopirnya untuk mengambil mobil Porsche Boxter oranye miliknya, yang berada di pihak Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Jakarta Utara, Senin (8/6/2015), karena diketahui bernomor polisi "bodong", B 555 BL.

"Udah kelar. Sekarang sopir aku lagi ke sana. Tinggal ambil doang," kata Bella kepada para wartawan di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2015).

Seperti diberitakan sebelumnya, pihak Satlantas Polres Metro Jakarta Utara menyatakan bahwa Porsche tersebut belum diambil oleh pemiliknya. Padahal, pihaknya sudah meminta agar orang yang mengaku sebagai pemiliknya membawa surat-surat resmi dan lengkap.

"Saya sudah instruksikan anggota untuk merespons jika ada pemiliknya datang. Syaratnya, harus bawa surat-surat lengkap resmi," kata Kasatlantas Polres Metro Jakarta Utara AKBP Sudarmanto.

Seperti diberitakan pula, dari hasil pemeriksaan polisi, Surat Porsche tersebut diketahui atas nama William, warga perumahan Taman Palem Lestari, Jakarta Barat, dengan nomor polisi B 2666 BN, bukan atas nama Bella.

Namun, Bella mengaku kepada para wartawan bahwa mobil tersebut dibelinya tahun lalu dari suami pembawa acara dan artis peran Yeyen Lidya, Karebet Pramudiarto.

"Belinya dari Mas Ebet, suami Yeyen Lidya. Mobil itu baru dipakai (Ebet) dua bulan. Namanya built-up, belum ganti nama," ujarnya.

Bella juga mengaku mulai mengerti bahwa menggunakan nomor polisi di luar terbitan resmi kepolisian merupakan pelanggaran.

"Mungkin itu pelajaran buat aku, harus asli, enggak boleh change atau tuker-tuker," ujarnya lagi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.