Nollywood Kalahkan Hollywood untuk Jumlah Film Terbanyak

Kompas.com - 18/08/2015, 23:18 WIB
EditorAti Kamil
LOS ANGELES, KOMPAS.com -- Nigeria memproduksi film terbanyak kedua di dunia, di belakang Bollywood, India, dan di depan Hollywood, AS. Tidak lama lagi, Nollywood, sebutan untuk industri film Nigeria, akan segera memberikan dampak global.

Para produser Nollywood mendapatkan sejumlah tips pemasaran dalam pertemuan baru-baru ini di Los Angeles.

Film tahun 2012, Last Flight to Abuja, yang disutradarai oleh Obi Emelonye, merupakan film menegangkan yang dibuat berdasarkan kisah nyata sebuah kecelakaan pesawat. Sementara itu, 30 Days in Atlanta, film tahun 2014, karya Ayo Makun, merupakan film Nigeria yang paling banyak menghasilkan uang sejauh ini. Film itu mengangkat petualangan seorang laki-laki Nigeria dan sepupunya yang melakukan perjalanan selama sebulan penuh di Amerika.

Sejumlah pakar film dan pelaku industri film profesional baru-baru ini bertemu dengan 30 produser Nigeria di Sekolah Film UCLA, di mana para pembuat film Nollywood, termasuk Fidelis Duker, menyimak tips tentang cara memasarkan industri mereka yang berkembang pesat.

"Ini merupakan industri yang mempekerjakan hampir sejuta orang, baik secara langsung maupun tidak langsung, dan memperoleh penghasilan hampir 500 juta dollar AS per tahun," ujar Duker.

Keuntungannya bisa mencapai miliaran dollar AS kalau saja tidak ada pembajakan. DVD bajakan dijual secara bebas di pasar-pasar dan pemerintah Nigeria berjanji untuk memberantasnya.

Nigeria memproduksi lebih dari 1.000 film cerita setiap tahun. Sebagian besar dibuat dengan perangkat digital yang murah. Film-film itu biasanya dipasarkan langsung dalam bentuk DVD, dengan anggaran puluhan ribu dolar. Biaya pembuatan film-film besar Hollywood bisa mencapai 200 juta dollar AS atau lebih.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam seminar dua minggu di Sekolah Film UCLA, para produser ini menyimak informasi tentang seni dan bisnis pembuatan film. Aktris Hollywood Diane Ladd, peraih nominasi Oscar tiga kali, berbicara tentang pentingnya kolaborasi.

"Kalau para seniman bekerja sama, kita akan meningkatkan kebudayaan. Dan, ingat, apabila peradaban ini kehilangan budayanya, maka kita akan kehilangan peradaban," tuturnya.

Film tahun 2014, Half of a Yellow Sun, yang dibintangi oleh aktor Inggris Chiwetel Ejiofor, merupakan adaptasi dari novel Afrika pemenang penghargaan, yang berlatar belakang perang saudara Biafra di Nigeria tahun 1960-an. Para produser Nigeria mengatakan akan muncul lebih banyak film seperti ini. (vm/ii)



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.