Permohonan Praperadilan Farhat Abbas Tidak Diterima

Kompas.com - 24/08/2015, 20:01 WIB
Farhat Abbas diabadikan usai sidang pembacaan putusan di ruang sidang PN Jaksel, Jalan Ampera, Senin (24/8/2015) sore. KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENG PANGERANGFarhat Abbas diabadikan usai sidang pembacaan putusan di ruang sidang PN Jaksel, Jalan Ampera, Senin (24/8/2015) sore.
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com -- Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan memutuskan tidak menerima permohonan praperadilan pengacara Farhat Abbas berkait dengan status tersangkanya atas kasus tuduhan penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap artis musik Ahmad Dhani.

"Permohonan praperadilan tidak dapat diterima. Kepada pemohon (Farhat Abbas), permohonannya tidak dapat kami terima," ucap hakim tunggal Thamrin Tarigan dalam sidang pembacaan putusan di ruang sidang PN jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Senin (24/8/2015) sore.

Thamrin beralasan bahwa jaksa sebagai termohon dalam permohonan praperadilan tersebut dinilai tidak memiliki keterlibatan dalam kasus Farhat-Dhani. Sementara dalam gugatannya Farhat memasukkan jaksa sebagai salah satu termohon di samping penyidik kepolisian Polda Metro Jaya. Atas keputusan itu, Majelis Hakim memberi kesempatan pihak Farhat Abbas untuk kembali melakukan upaya hukum selanjutnya.

"Silakan jika ada upaya hukum," tutur hakim.

Berdasarkan aturan, Farhat masih bisa melanjutkan proses hukum karena permohonannya tidak diterima. Berbeda dengan ditolak. Jika ditolak, maka tak bisa lagi dilanjutkan.

Farhat mengajukan permohonan praperadilan pada 12 Juli 2015 lalu karena merasa penetapan status tersangkanya tidak logis. Kasus itu bermula dari kicauan Farhat di Twitter berkait dengan kecelakaan mobil putra bungsu Dhani, AQJ, di Tol Jagorawi pada 2013. Atas dasar itu Dhani akhirnya melaporkan Farhat ke Polda Metro Jaya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.