Habibie: Film Nasional Harus Ditonjolkan

Kompas.com - 03/09/2015, 11:20 WIB
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com -- Presiden ketiga RI Bacharuddin Jusuf Habibie mengatakan bahwa perfilman nasional harus lebih ditonjolkan agar menjadi raja di rumahnya seendiri. Habibie tak ingin gedung-gedung bioskop selalu digempur oleh film-film asing.

"Perfilman nasional harus lebih ditonjolkan, karena itu kebutuhan nasional," ujar Habibie dalam kata sambutan perayaan 10 tahun Reza Rahadian berkarya di industri film, di XXI Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2015).

Menurut Habibie, dengan meningkatkan kualitas mutu dan daya saing, ia yakin film nasional bisa menguasai pasar Indonesia. Kata dia, saat ini, rata-rata masyarakat Indonesia sudah berada di level menengah.

"Jumlah masyarakat Indonesia tergolong middle class, itu mampu menonton, melihat, dan mendengar nilai-nailai moral dari budaya sendiri," ujarnya.

Meski mendorong produktivitas film nasional kepada para sineas dalam negeri, Habibie berharap pemerintah dapat lebih memerhatikan pengembangan produksi film yang dibuat oleh anak bangsa. "Tapi, yang produksi pun perlu mendapat perhatian oleh pemerintah," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.