Dewi Sandra Takut akan Darah Hewan Kurban

Kompas.com - 24/09/2015, 14:41 WIB
Penyanyi dan artis peran Dewi Sandra diabadikan di Masjid Akbar Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (21/9/2015). KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWANPenyanyi dan artis peran Dewi Sandra diabadikan di Masjid Akbar Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (21/9/2015).
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS,com -- Saat kecil, penyanyi Dewi Sandra (35) sempat takut melihat darah hewan kurban yang disembelih di sebuah masjid di Singapura. Saat itu, ia masih berumur 10 tahun.

"Dulu kebetulan kalau di Singapura, tempat tinggal saya saat kecil, di sana ada masjid. Saat ada hari raya kurban kan suka ada pemotongan. Saya tanya mami, 'Mami, ini kenapa hewan mati? Aku takut. Darahnya keluar'," tutur Dewi dalam wawancara di Masjid Akbar Kemayoran, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Karena merasa takut, Dewi akhirnya enggan menyantap makanan berdaging selama beberapa pekan. Kata Dewi, ia masih terbayang-bayang darah segar masih mengucur deras dari leher hewan yang disembelih.

"Jadi beberapa minggu aku enggak makan (daging) sapi, kambing, ayam. Di otak aku sadis," kenang wanita kelahiran Brasil, 3 April 1980 ini.

Namun, ketakutan itu tak berlangsung lama. Setelah ia mengetahui apa maksud dari prosesi penyembelihan itu menurut ajaran agamanya, Dewi pun akhirnya memahami. "Dulu enggak paham hukumnya. Oh, jadi ada sejarahnya, itu pengorbanan Nabi Ibrahim kepada Allah," ujarnya.

Kendati sudah memahami, ujar Dewi, rasa takut itu pun masih ada. Setiap ia menyumbangkan hewan kurban, Dewi mengaku enggan untuk menyaksikan penyembelihan kurbannya secara langsung. Namun, untuk urusan memakan daging, ia sudah tak trauma.

"Tetep sadis. Saya sekarang tetep enggak pengin lihat," ujarnya lalu tertawa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.