Gita Gutawa Kembali Berpikir seperti Anak-anak

Kompas.com - 02/10/2015, 19:53 WIB
Penyanyi Gita Gutawa saat wawancara di Kantor Redaksi Kompas.com, Jakarta, Kamis (1/10/2015). Ia memproduseri album kompilasi Di Atas Rata Rata (DARR) 2 dari sejumlah anak berbakat di bidang musik yang dipilih oleh Gita bersama ayahnya, pemusik Erwin Gutawa. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO KRISTIANTO PURNOMOPenyanyi Gita Gutawa saat wawancara di Kantor Redaksi Kompas.com, Jakarta, Kamis (1/10/2015). Ia memproduseri album kompilasi Di Atas Rata Rata (DARR) 2 dari sejumlah anak berbakat di bidang musik yang dipilih oleh Gita bersama ayahnya, pemusik Erwin Gutawa. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com — Artis musik Gita Gutawa (22) mengaku harus mengubah pola pikirnya seperti anak-anak demi mendapatkan lirik lagu yang sesuai dengan tujuh anak berbakat yang terlibat dalam program musiknya bersama sang ayah, pemusik Erwin Gutawa, yakni Di Atas Rata Rata atau DARR generasi II.

"Papa selalu ngasih aku (tanggung jawab) liriknya. Mikirnya harus kayak anak-anak lagi. Jadi, memang aku juga notice kalau bikin lagu anak yang paling utama lirik kan," ucapnya saat berkunjung ke redaksi Kompas.com di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (1/10/2015).

Menurut dia, membuat lagu untuk anak-anak bukan perkara mudah. Ada batasan-batasan penggunaan kata dalam lirik lagu anak yang selalu menjadi acuannya.

"Gimana caranya tetap menarik, dan enggak bosen. Itu yang aku coba cari," tuturnya.

Dengan berpikir seperti anak-anak, Gita berhasil menciptakan lirik yang imajinatif dan bertema fantasi untuk lagu "Abrakadabra" yang dinyanyikan Shaquilla. Selain itu, Gita juga mengajak anak-anak untuk menjauhi perilaku intimidasi atau bullying dalam lagu "Stop Bully".

"Kami lihat kebutuhan anak-anak, disesuaikan dengan kemampuan mereka. Dari melodi, lirik, musiknya. Jadi, dibuat khusus untuk mereka," ucap Gita yang baru menyelesaikan pendidikan S-2-nya.

Setahun yang lalu, Gita dan Erwin kembali menemukan anak-anak bertalenta di bidang musik sebagai generasi baru program album kompilasi Di Atas Rata Rata. Mereka adalah Lyodra (12) yang mewakili genre pop powerful, Kafin (11) dengan karakter vokal jazz, kakak beradik Olive (14) dan Ola (13) yang membawa genre sweet pop, lalu Rafi (11) dengan urban pop, Shaquilla (11) yang suaranya bergenre musik klasik, dan Nada (11) yang mengusung tradisi musik melayu.

Menurut Erwin, ada dua hal yang berbeda pada generasi kedua ini. "Kriteria dan standarnya sama. Bedanya, dulu kami rilis album dengan 13 anak, sekarang tujuh anak. Ya tahun ini emang dapatnya segitu," kata Erwin dalam konferensi pers peluncuran album DARR 2 di Galeri Indonesia Kaya (GIK), Jakarta Pusat, Selasa (29/9/2015).

"Terus dulu lagu-lagunya diaransemen ulang. Kali ini kami memberanikan diri, dari 10 lagu ada sembilan yang kami bikin khusus. Yang liriknya kiranya cocok dan sesuai genre musik mereka," tambahnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X