Jenis Warna Jadi Judul Lagu Baru Efek Rumah Kaca

Kompas.com - 05/10/2015, 19:52 WIB
Band Efek Rumah Kaca (ERK) tampil bersama gitaris dan vokalis band Sigmun, Haikal Azizi (kedua dari kanan), dalam RRREC Fest in The Valley 2015 di Tanakita Camping Ground, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (26/7/2015). ERK dan Haikal tampil menyanyikan Debu-debu Beterbangan. KOMPAS.com/YULIANUS FEBRIARKOBand Efek Rumah Kaca (ERK) tampil bersama gitaris dan vokalis band Sigmun, Haikal Azizi (kedua dari kanan), dalam RRREC Fest in The Valley 2015 di Tanakita Camping Ground, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (26/7/2015). ERK dan Haikal tampil menyanyikan Debu-debu Beterbangan.
|
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com -- Band Efek Rumah Kaca (ERK) sedang sibuk dengan penggarapan album ketiga mereka. Menurut sang vokalis, Cholil Mahmud, judul album ketiga itu adalah Sinestesia dan semua judul lagu dalam album itu adalah jenis warna.

"Jadi album ketiga nanti judulnya Sinestesia. Sinestesia itu situasi di mana lo merasakan sesuatu ketika lo mendengarkan sesuatu. Atau, gini, misalnya kalau kita dengerin lagu ini, tuh auranya putih, gitu. Nah, itu yang namanya sinestesia. Nantinya ada enam lagu dan judul-judulnya warna semua," papar Cholil dalam wawancara ketika ia ambil bagian dalam RRREC Fest in The Valley 2015, yng diselenggarakan di Tanakita Camping Ground, Sukabumi, Jawa Barat, pada 25-27 September lalu.

Menurut Cholil, judul Sinestesia itu datang dari sang pemain bas, Adrian Yunan Faisal, yang selama ini tetap berkontribusi dalam pembuatan album ketiga ERK, meski sempat harus absen dari sejumlah pertunjukan ERK karena mengalami gangguan penglihatan.

"Jadi, yang ngasih nama album tuh bassist kami, Adrian, bagaimana warna-warna itu tergambar oleh dia. Adrian kan sudah sekitar empat tahun kondisi penglihatannya terganggu ya. Jadi, dia merasa melihat warna-warna yang dijadikan judul lagu itu ketika mendengarkan lagu itu," ujarnya.

Pengerjaan album tersebut, menurut Cholil pula, berjalan dengan proses yang berbeda dari penggarapan dua album sebelumnya.

"Proses rekamannya juga beda. Jadi, kami enggak latihan dulu di studio band untuk bikin lagunya, langsung rekam saja di studio rekaman. Jadi, Adrian ngisi part basnya, Akbar ngisi drumnya. Di tengah jalan kadang dirasa kurang enak, terus ganti. Jadi, belum punya form lagunya sebelum masuk ke studio. Kalau di album-album sebelumnya kan kami latihan dulu, bikin lagu, baru direkam," jelasnya.

Sampai saat ini ERK telah merilis dua single, yang berjudul "Biru" (Pasar Bisa Diciptakan, Cipta Bisa Dipasarkan) dan "Putih". Kedua lagu tersebut nantinya akan masuk ke dalam album Sinestesia, yang rencananya akan dirilis pada 2016.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X