Yuni Shara Sumbang Rp 100 Juta untuk Para Korban Kabut Asap

Kompas.com - 13/10/2015, 16:01 WIB
Yuni Shara hadir di kantor Yayasan Rumah Pandai Terang Indonesia, di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2015), dalam jumpa pers mengenai gerakan peduli terhadap para korban kabut asap di Sumatera dan Kalimantan. KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWANYuni Shara hadir di kantor Yayasan Rumah Pandai Terang Indonesia, di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2015), dalam jumpa pers mengenai gerakan peduli terhadap para korban kabut asap di Sumatera dan Kalimantan.
|
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com -- Penyanyi Yuni Shara (43) menyumbangkan bantuan berupa uang Rp 100 juta untuk membantu mereka yang tinggal di tempat-tempat berkabut asap di Sumatera dan Kalimantan. Bantuan tersebut ditujukan untuk pembelian oksigen kaleng bagi anak balita dan ibu hamil.

"Yuni Shara, terima kasih, yang sudah menyumbang Rp 100 juta. Gerakan ini dilakukan bukan oleh Rumah Pandai saja, tapi banyak oleh orang," ujar pendiri Yayasan Rumah Pandai Terang Indonesia, Kanaya Tabitha, dalam jumpa pers di kantornya, di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2015).

Mendengar nama dan nilai sumbangannya disebut, Yuni, yang hadir dalam jumpa pers itu, menyampaikan bahwa ia tak bermaksud pamer dan pamrih atas apa yang dilakukannya. 

"Saya berada di sini bukan karena mau riya atau segala macam, tapi saya membantu, karena saya seorang ibu," tutur ibu dua anak ini.

"Banyak anak meninggal dan kena ISPA (infeksi saluran pernapasan akut) dan tidak sekolah. Tidak sekolah, kerugian sangat luar biasa untuk masa depan anak. Ada kerugian lain, yakni denga adanya kebakaran hutan, semua menjadi terganggu," sambung Yuni, yang pernah diberitakan menanam modal pada bisnis pertambangan batu bara di Banjarmasin (Kalimantan Selatan) dan Samarinda (Kalimantan Timur) sejak 2009.

Berkait dengan bencana kabut asap, Yuni tak ingin menyalahkan pemerintah yang dinilai oleh sebagian masyarakat lamban mengatasi masalah itu. Yang terpenting, menurut dia, semua elemen masyarakat bisa bahu-membahu menyelesaikan bencana kabut asap tersebut.

"Saya tidak menyalahkan pemimpin. Mudah-mudahan mereka bisa bekerja sama semaksimal mungkin dengan masyarakat," harapnya.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X