Peringati Hari Toleransi, "Cahaya Dari Timur" Akan Diputar 60 Layar

Kompas.com - 13/11/2015, 19:46 WIB
Glenn Fredly, Inayah Wahid, dan Angga Dwimas Sasongko diabadikan usai jumpa pers penayangan film Cahaya Dari Timur: Beta Maluku di 60 layar di seluruh Indonesia sebagai bagian dari kampanye toleransi untuk memperingati Hari Toleransi Internasional yang jatuh pada 16 November mendatang. KOMPAS.com/YULIANUS FEBRIARKOGlenn Fredly, Inayah Wahid, dan Angga Dwimas Sasongko diabadikan usai jumpa pers penayangan film Cahaya Dari Timur: Beta Maluku di 60 layar di seluruh Indonesia sebagai bagian dari kampanye toleransi untuk memperingati Hari Toleransi Internasional yang jatuh pada 16 November mendatang.
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com -- Dalam rangka memperingati Hari Toleransi Internasional yang jatuh pada 16 November mendatang, Visinema dan Komunitas GUSDURian akan memutar film Cahaya Dari Timur: Beta Maluku di 60 layar di seluruh Indonesia sebagai bagian kampanye toleransi yang diadakan oleh GUSDURian.

"Jaringan GUSDURian selalu mengadakan kampanye toleransi. Ini tahun ketiga kami mengadakan kampanye ini dan temanya adalah 'Beda dan Setara'. Nah, kampanye kali ini juga salah satunya dilakukan lewat festival film-film toleransi dan film Cahaya Dari Timur: Beta Maluku jadi salah satu film yang akan ditayangkan di 60 layar di Indonesia," kata putri Presiden Republik Indonesia keempat Abdurrahman Wahid atau Gusdur, Inayah Wahid mewakili komunitas GUSDURian dalam jumpa pers di Kedai Filosofi Kopi, Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (13/11/2015).

"Penayangannya bisa benar-benar di public space gitu. Entah di balai desa, lapangan, atau tempat apapun itu, terserah nanti panitia di daerah-daerah itu mau menayangkan di mana," lanjutnya.

Lanjut Inayah, pemilihan film didasarkan pada cerita serta pesan yang ditawarkan.

"Pertama film ini bagus dan entertaining. Kedua film ini pesannya kuat banget. Pesan toleransinya kuat dan juga membicarakan gimana prosesnya untuk berdialog. Itu kami anggap sesuai dengan ide Gus Dur bahwa toleransi bukan soal pemahaman tapi pengalaman," ujarnya.

"Harapannya bisa jadi stimulus untuk membuka ruang dialog soal toleransi," imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh sutradara Angga Dwimas Sasongko yang menukangi "Cahaya Dari Timur: Beta Maluku".

"Dari situ nantinya diharapkan ada trigger untuk membuka dialog dan diskusi lebih mendalam ketimbang hanya tayang di bioskop semata. Ini juga membuat nilai film lebih pure sebagai produk kebudayaan," tutur Angga.

"Nilai filmnya bisa lebih komplet," tambahnya.

Selaku produser film tersebut Glenn Fredly berharap, nilai-nilai yang ditanamkan oleh Gus Dur soal toleransi bisa dibagikan melalui film ini.

"Seperti ide Gus Dur bahwa toleransi harus jadi pengalaman. Kami berharap lewat film ini nantinya muncul diskusi dan ngobrol di ruang publik sehingga nilai-nilai yang diangkat GUSDURian soal toleransi bisa di-share," katanya.

Selain Cahaya Dari Timur: Beta Maluku, kegiatan kampanye ini juga akan memutar film-film toleransi karya komunitas yang dikompilasi oleh Yayasan Kampung Halaman, Panitia Muktamar NU ke -33, GUSDURian Temanggung, dan Yayasan LKIS.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X