Tara Basro Tak Pernah Mimpi Jadi Bintang

Kompas.com - 24/11/2015, 20:02 WIB
EditorTri Wahono

Tara Basro tak menyangka bisa meraih Piala Citra untuk kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 2015 berkat aktingnya dalam film A Copy of My Mind.

Ini adalah pencapaian tertinggi dalam karir akting di tanah air setelah ia tekuni selama 4 tahun terakhir. Perjalanan Tara Basro di dunia akting bisa dikatakan sebuah "kecelakaan". Ia tak pernah mimpi sebelumnya menjadi bintang film.

Namun, siapa menyangka, ia termasuk di antara artis yang sudah mencicipi semua genre film dari drama, komedi, hingga action.

Tabloid Nova pernah menuliskan profilnya berjudul "Tara Basro Tak Nikmati Ketenaran". Berikut petikan laporannya:

Tak direncanakan

Perkenalannya dengan dunia layar lebar, disebut Tara sebagai sesuatu yang tak direncanakan sebelumnya.

Kala itu di tahun 2011, Tara yang memang suka dunia seni panggung mengikuti audisi untuk sebuah pertunjukan musikal.

"Begitu bertemu casting director-nya, aku malah disuruh ikut casting film "Catatan Harian Si Boy". Setelah dicoba, ternyata dapat (peran), deh. Jadi ibaratnya saya ini tercemplung. Tapi sampai sekarang, it's been my favourite job ever," tutur Tara tertawa saat itu.

Akting Tara sebagai Putri, adik Satrio (Ario Bayu), di film itu sukses mencuri perhatian penonton. Ia pun masuk sebagai nominasi Pendatang Baru Wanita terbaik Indonesia Movie Awards (IMA) 2012.

Sejak itu, langkah Tara menapaki karier di dunia seni peran makin terbuka lebar. Beberapa film layar lebar langsung ia bintangi seperti Histeria, Rumah dan Musim Hujan, Make Money, The Killers, The Right One, Pendekar Tongkat Emas, dan A Copy of Mind

Keinginan Tara untuk serius menekuni karier sebagai aktris, awalnya sempat diragukan oleh kedua orangtuanya. Maklum, latar belakang keluarganya memang tak ada yang bekerja di industri hiburan.

"Papa yang sempat bilang, 'Ngapain kamu (main film), sekolah saja!' Tapi lama-kelamaan Papa akhirnya bilang, 'Ya, sudahlah, kalau memang itu bikin kamu senang," kata lulusan NSW Technical and Further Education Commission Australia itu.

Jadi Pendekar

Berkecimpung di industri perfilman, sepak terjang Tara sudah dianggap layak diperhitungkan.

Dalam kariernya yang baru beberapa tahun, Tara sudah menjajal berbagai macam genre film seperti drama (Catatan Harian Si Boy, The Right One), komedi (Make Money), dan thriller psikologi (The Killers).

Tak mau berhenti sampai di situ, Tara juga terlibat dalam produksi film bergenre action.

Di film berjudul Pendekar Tongkat Emas, Tara berperan sebagai tokoh antagonis. Sesuai dengan genrenya, di film garapan sutradara Ifa Isfanysah, artis kelahiran 11 Juni 1990 ini, harus menguasai seni bela diri.

Tara harus berlatih wushu dan silat. Untuk film yang diproduseri Mira Lesmana dan Riri Riza ini, Tara dilatih langsung oleh fighting director asal Hongkong.

Jilat Ludah Sendiri

Serius berkiprah di dunia hiburan, Tara mengaku siap menjadi sorotan kamera infotainment. Meski menurutnya, dirinya tak terlalu suka dengan ketenaran dan sorotan kamera itu. Tara pun mengaku siap menghadapi gosip.

"Sebisa mungkin aku enggak mau mengekspos kehidupan pribadiku. Meskipun artis ibaratnya sudah milik publik, tapi setidaknya ada sesuatu yang cuma aku sendiri yang boleh tahu," ujarnya.

Berpacaran dengan sesama pelaku industri hiburan, diakui Tara seperti menjilat ludah sendiri. Pasalnya, ia sempat berjanji tak mau berpacaran dengan sesama artis. 

Tara sempat menjalin hubungan dengan aktor Arifin Putra selama dua tahun sebelum akhirnya putus. Tak lama setelah putus, ia menuai gosip karena foto mesranya dengan aktor Nicholas Saputra yang sama-sama bermain di film Pendekar Tongkat Emas.

Soal jodoh, Tara memang tidak punya target segera menikah. Ia mengaku sempat pengin banget menikah di usia 21 tahun. Namun, sejak banyak yang ingin dia wujudkan, ia baru berharap menikah di usia 30 tahun.

Eksotis

Soal penampilan, Tara mengaku sangat bangga memiliki kulit eksotis atau hitam manis. Dulu, ia memang sempat berusaha keras agar kulitnya bisa lebih terang. Namun seiring semakin dewasa usianya, Tara memilih untuk lebih menghargai dirinya sendiri dan menerima apa yang sudah Tuhan beri untuknya.

"Ya, aku senang dengan warna kulitku. Dulu aku sangat mencoba berbagai cara biar kulitku bisa lebih terang. Semua produk kecantikan, aku coba. Tapi setelah semakin dewasa, aku lebih berusaha menerima diri aku seperti apa adanya dan tried to embrace it. Menurutku, semua wanita juga cantik, kok. Mau kulitnya hitam atau putih," tandasnya.(Sri Isnaeni)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.