Ahmad Dhani Menangis Saat Ceraikan Maia Estianty

Kompas.com - 25/12/2015, 22:02 WIB
Ahmad Dhani saat berbincang dengan Deddy Corbuzier dalam video yang diunggah di akun YouTube Deddy Corbuzier. REPRO YOUTUBE/DEDDY CORBUZIERAhmad Dhani saat berbincang dengan Deddy Corbuzier dalam video yang diunggah di akun YouTube Deddy Corbuzier.
|
EditorTri Wahono
JAKARTA, KOMPAS.com — Menangis bukanlah sikap yang identik dengan seorang Ahmad Dhani (43), vokalis dan pencipta lagu.

Namun, Dhani yang dikenal dengan gaya cuek dan tegasnya itu mengaku menangis ketika ia menetapkan talak ketiga terhadap mantan istrinya, Maia Estianty, pada Desember 2006 lalu lewat SMS.

"Waktu itu saya menangis," tutur Dhani dalam video perbincangannya dengan pembawa acara Deddy Corbuzier yang diunggah di YouTube, Kamis (24/12/2015).

"Seorang Ahmad Dhani menangis?" tanya Deddy. "Saya nangis. Aku enggak kepengin anak-anakku tahu tentang sisi gelap ibunya. Aku enggak maulah," jawab Dhani.

Bos Republik Cinta Management (RCM) itu mengaku sebenarnya menganggap pertengkaran dalam rumah tangga seharusnya bukanlah alasan menuju perceraian selama itu masih bisa ditoleransi.

Masalahnya, Dhani menganggap hal yang terkait dengan Maia waktu itu sudah melampaui batas toleransi.

"Akhirnya saya menyatakan, 'Aku haramkan tubuhku menyentuh tubuhmu.' Itu gila banget memang momennya. Aku rasa sih Al, El, Dul sudah dikasih tahu sama mamaku, sama adikku perihal itu. Akan tetapi, ya namanya anak, normal-lah membela ibunya," kata suami Mulan Jameela itu.

Bertahun-tahun berlalu setelah kejadian itu, pentolan band Dewa 19 itu mengaku merasa menyesal dan ingin meminta maaf kepada ketiga anaknya.

"Ya mungkin ya ke Al, El, Dul minta maafnya karena aku enggak bisa menjadi ayah yang mempertahankan keluarga. Aku dulu hidup tidak bergelimang harta, tetapi aku hidup bahagia dengan papa mama yang hidup bareng. Al, El, Dul, meskipun mereka terkenal dan ada materi, kan mereka tidak merasa hidup sama orangtua. Aku punya penyesalan seperti itu," kata dia.

"Ya tetapi itu sebenarnya bukan salahku. Itu salah ibunya. Kenapa saya mengalami kebahagiaan seperti papa mama karena papa punya istri seperti mama. Nah mamaku itu adalah orang yang mempertahankan atau yang membuang egonya demi keluarga. Untuk istri-istri seperti itu, ada reward-nya. Reward-nya adalah kebahagiaan pada masa tua. Untuk perempuan-perempuan yang gampang menceraikan suami itu, dipikir gampang nyari suami lagi?" imbuhnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X