LSF Dukung Pesan Berantai yang Larang Anak-anak Menonton "Deadpool"

Kompas.com - 13/02/2016, 12:33 WIB
Ryan Reynolds beraksi sebagai Deadpool. Marvel StudiosRyan Reynolds beraksi sebagai Deadpool.
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com -- Lembaga Sensor Film (LSF) mendukung beredarnya pesan berantai dari grup guru-guru yang melarang orangtua mengajak anak-anak mereka yang masih kecil untuk menonton film Deadpool.

Pasalnya, film antihero yang dibintangi Ryan Reynolds itu hanya boleh ditonton oleh penonton dewasa (D) atau 17 tahun ke atas.

"Broadcast dari guru-guru itu, LSF sendiri sangat mengapresiasi itu dan LSF mengharapkan semestinya hal-hal semacam ini sering kali dilakukan terhadap semua film yang ada. Jangan hanya Deadpool," tutur juru bicara LSF Rommy Fibri ketika diwawancara Kompas Entertainment melalui telepon, Jumat (12/2/2016) malam.

Rommy mengatakan, selama ini LSF memang meminta masyarakat untuk melakukan sensor mandiri, yakni dengan memilah sendiri tontonan sesuai dengan klasifikasi usia yang sudah dicantumkan lembaga sensor terhadap setiap film di gedung bioskop.

"Kami menyambut baik ada guru atau orangtua memberikan broadcast semacam itu. Sebab, kalau tidak, orang bisa lupa bahwa ini untuk dewasa," tuturnya.

"Atau bahkan sudah tahu itu kategori dewasa, tetapi tetap nonton ngajak anak-anaknya. Dipikir mungkin karakternya superhero, makanya kan," tambahnya.

Di sisi lain, Rommy juga menjelaskan bahwa pihaknya sejak lama telah berkoordinasi dengan pemilik bioskop untuk sama-sama menjaga agar film-film ditonton sesuai kategori umurnya.

"Semoga bioskop juga konsisten menerapkan itu. Saya dengar juga beberapa kasus, ada film klasifikasi dewasa, ada anak di bawah 17 tahun ditolak. Mereka sudah berupaya. Nah, yang susah ketika yang beli orang dewasanya, anak-anaknya mungkin nongkrong di mana," ucapnya.

Karena itu, LSF mengajak semua pihak mewujudkan sensor mandiri.

"Karena percuma kan kalau LSF sudah beri klasifikasi, tapi kalau stakeholder lain tidak mendukung kan sayang. Jadi, tumbuhkan sensitivitas dan kesadaran masyarakat untuk melihat klasifikasi film," tutur Rommy.

Berikut isi pesan berantai tersebut:

"Terkait akan dirilisnya film tema superhero DEADPOOL besok, mohon diberitahukan kepada murid2 kita agar tidak menonton film tersebut dikarenakan rating filmnya yang diperuntukkan penonton dewasa."

"Bahkan apabila kita menonton trailer nya di youtube, akan ada konfirmasi bahwa konten videonya berisi adegan vulgar (nudity), gory violence graphic, dan swearing words yang cukup banyak."

"Dan hal tersebut bisa kita ketahui dari opening scene trailer nya yang berwarna merah (Red Band Trailer). Parents yang kekurangan informasi yang cukup mengenai film ini dikhawatirkan akan mengira ini adalah film superhero biasa lalu mengajak putra/putri nya untuk menonton di bioskop mengingat karakter Deadpool sendiri masih satu universe dengan karakter2 di film superhero X-MEN yang cukup populer di kalangan anak2. #BeMoreCautiousParents #ProtectOurChildren #CrossCheckAgainToBeMoreSure"

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X