Teater Tanpa Kata: Sena Didi Mime

Kompas.com - 30/03/2016, 06:41 WIB
EditorTri Wahono

KOMPAS.com - Tahun 1986, dua mahasiswa Institut Kesenian Jakarta jurusan teater, (alm) Sena A. Utoyo dan (alm) Didi Widiatmoko atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Didi Petet mendirikan sebuah grup pantomim yang diberi nama Sena Didi mime.

Awalnya Sena Didi mime masih memainkan repertoar pantomim standar yang lazim dimainkan di dunia pertunjukkan Barat. Namun sekembalinya dari Expo Vancouver, Sena dan Didi tergerak untuk memulai babakan baru dalam dunia pantomim di indonesia dengan menciptakan pertunjukkan pantomim yang diberi judul ‘Becak’.

‘Becak’ adalah pertunjukkan kolosal pantomim pertama di Indonesia yang berdurasi dua jam tanpa jeda dan didukungoleh 100 orang pemain pantomim. Repertoar ‘Becak’ ini menjadi momentum penting bagi perkembangan Sena Didi mime ke depannya.

Setelah ‘Becak’, Sena Didi mime terus melahirkan repertoar-repertoar lain seperti ‘Kaso Katro’ (1999), ‘Kaki-Kaki Tangan’ (2004), ‘Sapu di Tangan’ (2009) dan terakhir ‘Class Room’ (2014).

Repertoar-repertoar itu tidak hanya dimainkan di dalam negeri, tapi juga di luar negeri seperti GAUKLER FESTIVAL di Koeln, TOTAL PANTOMIME FESTIVAL di Braunschweig (keduanya tahun 1990), MIMOS FESTIVAL (1993-1994) di Prancis, Project Istopolitana Theater International Festival (2010)di Slovakia, dan Jakarta Berlin Art Festival (2011) di Berlin.

Meski prestasinya telah berskala internasional namun di dalam negeri, nama Sena Didi mime belum sebesar nama dua pendirinya.

Ini adalah salah satu alasan mengapa Kompas.com video mengangkat profil Sena Didi mime dalam projek dokumenter pendek perdananya, untuk menyampaikan kepada khalayak luas bahwa ada sebuah grup pantomim dari Indonesia yang prestasinya sudah mendunia.

Film berdurasi 13 menit yang akan diputar di situs dan Facebook fanpage Kompas.com bertepatan dengan Hari Film Nasional pada 30 Maret 2016 ini adalah sebuah gambaran singkat mengenai perjalanan Sena Didi mime di dunia seni pertunjukkan di Indonesia beserta prestasinya.

DIRECTOR’S NOTE: TEATER TANPA KATA

Perkenalan saya dengan Sena Didi mime terjadi sejak saya berusia sekitar 7-10 tahun. Itu berarti kurang lebih tahun 1991-1992-an. Kalau ditanya repertoar pertama yang saya tonton, jujur saya lupa. Tapi saya ingat pertunjukkan Sena Didi mime yang paling berkesan, berjudul ‘SOLDAT’.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X