BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan BBDF Indonesia Kaya

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Kompas.com - 23/07/2020, 13:04 WIB
Salah satu adegan musikal online Malin Kundang yang dipersembahkan oleh Indonesiakaya.com dan Boow Live Dok. Bakti Budaya Djarum FoundationSalah satu adegan musikal online Malin Kundang yang dipersembahkan oleh Indonesiakaya.com dan Boow Live

KOMPAS.com – Pandemi virus Covid-19 dan penerapan physical distancing untuk menekan risiko penularannya mau tidak mau telah mengubah cara masyarakat beraktivitas.

Hampir seluruh aktivitas sehari-hari disarankan untuk dilakukan dari rumah. Bekerja dari rumah, beribadah dari rumah, sekolah di rumah, belanja dari rumah, merupakan beberapa contoh kegiatannya.

Urusan hiburan pun turut dibatasi. Jika dulu konser musisi favorit dapat dinikmati sambil berjoget dan bernyanyi secara langsung, kini semuanya dinikmati secara virtual.

Begitu juga dengan seni pertunjukan panggung. Pandemi virus corona membuat banyak pertunjukan seni ditunda atau dibatalkan. Keadaan ini mengakibatkan hilangnya panggung ruang kreasi bagi pekerja seni.

“Pandemi Covid-19 ini mengubah ruang pentas yang identik dengan bangunan fisik, kini berpindah dalam ruang virtual dan mendorong para pekerja seni untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru ini agar ekosistem industri seni pertunjukan tetap bertahan,” ujar Program Director Indonesiakaya.com Renitasari Adrian.

Hal itulah yang kemudian mendorong Indonesiakaya.com untuk menyajikan ruang kreasi virtual bagi para pekerja seni untuk menampilkan karyanya. Bekerja sama dengan Boow Live, Indonesiakaya.com mempersembahkan pertunjukan #MusikalDiRumahAja yang ditampilkan dalam format online.

Kegiatan tersebut menjadi wadah alternatif bagi para pekerja seni untuk tetap berkarya serta mendukung para pekerja seni panggung budaya yang kehilangan mata pencahariannya di masa pandemi ini.

“Keterbatasan pertemuan fisik tidak membuat kreativitas juga terbatas. Hal ini dibuktikan dengan para pekerja seni yang tergabung dalam program Musikal di Rumah Aja. Meski melakukan seluruh proses produksi di rumah masing-masing, para seniman bisa menghasilkan suatu karya musikal online yang luar biasa sebagai bukti cinta pada seni pertunjukan Indonesia,” kata Renitasari.

Selain Musikal di Rumah Aja, selama masa pandemi corona, Indonesiakaya.com telah menggelar berbagai kegiatan seni bertema #DiRumahAja. Misalnya, nonton teater di rumah aja, puisi di rumah aja, prosa di rumah aja, workshop online di rumah aja, hingga birthday konser di rumah aja.

Semua kegiatan itu, kata Renitasari, merupakan bentuk komitmen untuk mendukung seni pertunjukan Indonesia dan memberikan hiburan informatif bagi para penikmat seni yang tengah berada di rumah.

Hal senada juga diungkapkan Produser Eksekutif Musikal di Rumah Aja Bayu Bayu Pontiagust. Menurutnya, kondisi pandemi tanpa disadari membuat banyak hal yang ditakutkan selama ini menjadi kenyataan.

Akan tetapi, di sisi lain, kata Bayu, masyarakat dapat belajar untuk beradaptasi dengan situasi baru tersebut. Menerima segala kekurangan sehingga bisa mengasah kembali kelebihan yang dimiliki.

“Musikal ini menjadi salah satu wadah bagi para pekerja seni untuk tetap berkarya meski dibatasi ruang dan pertemuan fisik. Namun, hal ini justru mendorong kreativitas para pekerja seni dan menghasilkan sebuah karya yang luar biasa,” ujar Bayu.

Eksplorasi cerita rakyat Indonesia

Bertema cerita rakyat Indonesia, pertunjukan musikal online itu akan menampilkan 6 cerita rakyat Indonesia yang melibatkan 6 sutradara teater, 6 sutradara film, 6 sinematografer, 7 penata musik, serta 44 aktor, aktris, dan penari Indonesia dalam kemasan baru.

Beberapa seniman yang berpartisipasi dalam musikal online itu, yakni Naura, Neona, Karina Salim, Kikan Namara, Sha Ine Febriyanti, Olivia Zalianty, Zack Lee, Dea Panendra. Ada juga Gusty Pratama, Dian HP, Nia Dinata, Naya Anindita, Tanta Ginting, Ifa Fachir, dan Fajar Nugros.

Salah satu adegan musikal online Lutung Kasarung yang dipersembahkan oleh Indonesiakaya.com dan Boow Live  Dok. Bakti Budaya Djarum Foundation Salah satu adegan musikal online Lutung Kasarung yang dipersembahkan oleh Indonesiakaya.com dan Boow Live

Kisah dan genre musik keenam cerita rakyat tersebut akan dikemas mengikuti karakter dan interpretasi masing-masing sutradara yang menggarapnya. Ciri khas dari pihak-pihak yang turut serta dalam proses produksinya pun turut diadaptasi sehingga menghasilkan musikal dengan tampilan yang berbeda dari pertunjukan lainnya.

Selain itu, elemen seni teater, seni tari, dan seni suara dipadukan dengan penggunaan teknologi film guna menciptakan karya baru bagi dunia kreatif Indonesia.

Ada cerita yang menggunakan studio blue screen serta properti pendukung, mengusung konsep format 9:16, dan penggunaan tempat duduk putih. Ada pula set studio di dalam sanggar dengan properti hutan, daun, serta lampu untuk menciptakan efek hutan sesungguhnya.

Menariknya, hampir sebagian besar proses produksi untuk keenam cerita rakyat itu dilakukan secara online. Pengambilan gambar pun mengikuti aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlaku.

“Kreativitas kolektif dan produksi yang dirancang sedemikian rupa dari para pekerja seni ini akhirnya menghantarkan sebuah karya yang unik dan berbeda. Namun, tetap memuat konten yang padat dengan pesan moral kehidupan zaman sekarang,” kata Renitasari.

Adapun keenam cerita rakyat yang ditampilkan, yakni Malin Kundang, Timun Mas, Rara J, Sangkuriang, Bawang Merah Bawang Putih, dan Lutung Kasarung.

Setiap cerita rakyat dikemas dalam satu episode yang diluncurkan setiap hari Kamis, mulai 23 Juli-27 Agustus 2020 pukul 20.00 WIB di kanal Youtube IndonesiaKaya. Seluruh episodenya dapat disaksikan secara bebas selama tujuh hari setelah penayangan hingga episode baru diluncurkan.

Salah satu pemeran tokoh raksasa dunia dalam cerita Timun Mas, Zack Lee, mengaku antusias dan senang bisa terlibat dalam pertunjukan musikal tersebut.

Zack mengatakan, pandemi corona membuat para seniman dituntut untuk bisa bertahan melalui kondisi sulit sambil tetap menghasilkan karya yang dapat dinikmati masyarakat Indonesia.

“Keterbatasan ruang juga mendorong kita juga belajar mengeksplorasi kemampuan diri dan menggunakan rumah menjadi panggung dan memunculkan ide-ide yang akhirnya menghasilkan sebuah karya yang luar biasa,” ujar Zack Lee.

Tak hanya memberikan ruang untuk terus berkarya, acara Musikal di Rumah Aja juga mengajak para penikmat seni menggalang dana melalui tautan ini. Tujuannya, mendukung para pekerja seni agar bisa terus berkreasi serta membantu penanganan Covid-19 di Indonesia.

Berikut jadwal penayangan #MusikalDiRumahAja.

Malin Kundang

Hari, tanggal : Kamis, 23 Juli 2020

Pukul : 20.00 WIB

Timun Mas

Hari, tanggal : Kamis, 30 Juli 2020

Pukul : 20.00 WIB

Rara J

Hari, tanggal : Kamis, 6 Agustus 2020

Pukul : 20.00 WIB

Sangkuriang

Hari, tanggal : Kamis, 13 Agustus 2020

Pukul : 20.00 WIB

Bawang Merah Bawang Putih

Hari, tanggal : Kamis, 20 Agustus 2020

Pukul : 20.00 WIB

Lutung Kasarung

Hari, tanggal : Kamis, 27 Agustus 2020

Pukul : 20.00 WIB


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya