Dian Sastro: Perempuan Harus Sekolah, dan Melek Usaha

Kompas.com - 16/04/2016, 13:52 WIB
Aktris Dian Sastro menjadi salah satu narasumber dalam Festival Kartini di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (16/4/2016). KOMPAS.COM/NAZAR NURDINAktris Dian Sastro menjadi salah satu narasumber dalam Festival Kartini di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (16/4/2016).
|
EditorKistyarini

JEPARA, KOMPAS.com - Aktris Dian Sastro bakal memerankan sosok RA Kartini dalam film garapan sutradara Hanung Bramantyo.

Di sela kesibukan mengumpulkan data tentang Kartini, keduanya menyempatkan diri menjadi narasumber dalam Festival Kartini yang digelar di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (16/4/2016).

Bagi Dian, sosok Kartini telah memberi inspirasi bagi kaum perempuan Indonesia untuk berjuang melepaskan diri dari kungkungan budaya patriarki.

Di masa Kartini, kehidupan seorang perempuan seolah hanya berkisar pada 3M, yakni masak (memasak), macak (berdandan), manak (melahirkan).

Seorang perempuan, kata Dian, tidak boleh lagi hanya idealkan dengan prinsip 3M tersebut. Perempuan harus bisa menjadi tempat yang ideal, nyaman untuk suami. Perempuan juga harus mau meningkatkan kapasitas diri.

"Perempuan harus meng-update kemampuan, juga mengetahui dunia bisnis, mampu curhat kerjaan suami. Perempuan harus bisa mengimbangi," kata Dian.

"Apa sih persepsi perempuan di Jawa? Masak, macakn manak. Kalau dikaji, seorang laki-laki mengidealkan tempat pulang, mungkin gak tempat itu sesedehana tiga konsep itu?" tanya Dian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di zaman modern, pembagian peran antara laki-laki dan perempuan sudah makin kompleks. Perempuan modern juga dituntut untuk faham dunia bisnis.

"Definisi nyaman, zaman modern istri enggak cuma bisa masak, tapi menjadi teman diskusi soal pekerjaan. Bisa memberikan keputusan dengan wawasan yang luas," kata dia.

Dia pun berharap perempuan Indonesia bisa meningkatkan standar mereka. Mereka yang tidak lagi mau belajar tidak dianggap sebagai wanita modern.

"Yang relevan itu perempuan melek bisnis, sekolah tinggi. Mungkin gak perempan dilengkapi dengan kemampuan dunia bisnis? Kalau gak ya gak akan maju-maju," imbuh ibu dua anak ini. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.