Farah Quinn dan Adat Timur

Kompas.com - 17/04/2016, 17:00 WIB
Farah Quinn dalam sebuah jumpa pers di Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (18/3/2016) sore. KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENG PANGERANGFarah Quinn dalam sebuah jumpa pers di Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (18/3/2016) sore.
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com -- Koki cantik Farah Quinn bersyukur dilahirkan sebagai perempuan Indonesia.

Ia bisa bebas menjadi wanita modern, tetapi tetap kukuh memeluk adat Timur.

Di tengah kesibukan sebagai selebritas, ia tetap berupaya meluangkan waktu agar bisa menjadi ibu yang baik bagi putra semata wayangnya.

"Di dunia Barat, no boundaries dengan cowok. Di Indonesia, tugas wanita tidak bisa dilupakan. Harus jadi ibu. Menjaga keluarga, tetap dilakukan. Masih masak terus," kata Farah Quinn ditemui di sela acara bazar Kartini 2016 dengan tema "Perempuan dan Kuliner", di Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan.

Dibesarkan dalam keluarga yang menjunjung tinggi konsep kesetaraan, Farah tidak pernah menghadapi masalah terkait dengan kesetaraan jender.

Orangtua Farah pun tak menghalangi ketika ia memutuskan kuliah ke Amerika Serikat.

"Saya anak perempuan satu-satunya. Kakak cowok dan adik cowok. Enggak pernah dibedakan dengan saudara saya. Dianggap setara. Mereka mendukung saya maju dan berkembang," ujarnya.

Selain peduli terhadap isu terkait dengan perempuan, Farah juga sangat berhasrat terkait pemenuhan nilai gizi.

Nilai gizi menjadi isu yang penting karena yang membentuk cita rasa mulut anak dan kesehatan mereka adalah ibu.

"Salah satu kebanggaan saya sebagai perempuan Indonesia, orang bisa melihat banyak sekali yang bisa dilakukan wanita. Saya sibuk sekali, saya merintis karier sendiri. Juga sebagai single mother. Semua bisa dilakukan...," kata Farah. (WKM)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 17 April 2016, di halaman 16 dengan judul "Adat Timur".



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X