"Pamer" Kreativitas di Media Sosial itu Perlu, asal...

Kompas.com - 29/04/2016, 08:16 WIB
Jika suka jalan-jalan, travel blogger bisa jadi pilihan profesi. Siapa tahu, lewat karya-karya tersebut rupiah datang menghampiri. ThinkstockJika suka jalan-jalan, travel blogger bisa jadi pilihan profesi. Siapa tahu, lewat karya-karya tersebut rupiah datang menghampiri.
|
EditorPalupi Annisa Auliani

Sosok The Popoh, karakter berbentuk manusia berwarna putih dengan kepala lonjong, mata bulat besar tanpa hidung atau telinga, kebanyakan berbau kritik sosial yang disampaikan dengan gaya bercanda. Lebih jauh, Ryan sering diundang mengisi pameran di luar negeri. The Popoh pun turut merambah hingga ajang pameran mural di Singapura.Peran internet

Eka dan Ryan menunjukkan bahwa media sosial bisa jadi ajang “pamer” karya. Siapa tahu, karya Anda bisa ikut tenar. Hitung punya hitung, peluang macam ini masih terbuka lebar sebab, menurut data Global Web Index, Indonesia masuk kategori negara paling aktif di media sosial.

Per Maret 2016 saja, ada sekitar 79 juta pengguna media sosial di dalam negeri. Dari jumlah ini, 15 juta aktif di Facebook, 8,6 juta pengguna Twitter, sedangkan hampir 8 juta orang lain pengguna Instagram.

Eka sendiri termasuk orang yang memandang penting arti internet dan media sosial. Dari tempat ini, ia mengasah kemampuan musik, produksi musik, dan mengetahui tren terkini. Eka mengaku bahwa ia tak akan ada di posisinya yang sekarang bila tidak dibantu internet. Kegiatan Eka berselancar kemudian menjadi lebih lancar sejak kehadiran 4G LTE di Indonesia.

"Sebelum masa 4G, saya harus mengirim data dengan kurir dan pakai dvd karena datanya terlalu besar. Ketika mau upload video di YouTube juga sama. Saya harus tinggal tidur, lalu besok pagi baru terunggah. Tak jarang putus di tengah jalan dan harus saya upload lagi," kata Eka.

Jaringan 4G LTE memang menjadi standar baru dalam kapasitas dan kecepatan mengakses internet. State of the Internet Akamai mencatat, Indonesia mengalami kenaikan kecepatan akses internet maksimal sebanyak 495 persen sejak periode kuartal IV 2014 hingga kuartal IV 2015. Waktu ini bertepatan dengan masuknya jaringan internet 4G LTE di Indonesia.

"Karena internet sekarang lebih cepat dan stabil, saya dapat menyelesaikan semua pekerjaan tepat waktu dan efektif. Saya bisa kolaborasi dengan siapa pun, kapan pun, dan di mana pun," kata Eka.

Shutterstock Ilustrasi
Terus belajar

Namun memang, menjadi hits di media sosial bukan perkara mudah. Butuh ketekunan, kreativitas, dan kepercayaan diri agar bisa sukses seperti Eka dan Ryan.

Jika memang bagus, karya Anda dapat viral dengan sendirinya. Akan tetapi, bila karya masih dianggap kurang, Anda tak perlu malu untuk belajar lebih banyak.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.