Justin Bieber Dituntut karena Lagu "Sorry"

Kompas.com - 27/05/2016, 12:48 WIB
Penyanyi Kanada Justin Bieber tampil di panggung Billboard Music Awards 2016 yang digelar di T-Mobile Arena di Las Vegas, Nevada, Minggu (22/5/2016). KEVIN WINTER / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFPPenyanyi Kanada Justin Bieber tampil di panggung Billboard Music Awards 2016 yang digelar di T-Mobile Arena di Las Vegas, Nevada, Minggu (22/5/2016).
EditorKistyarini

KOMPAS.com - Penyanyi Kanada Justin Bieber dan penulis dari lagu hit 2015 "Sorry" dituntut karena diduga mencuri riff vokal dari penyanyi lain yang mengatakan ia menggunakannya dalam lagunya sendiri setahun sebelumnya.

Dalam pengaduan yang dipublikasikan, Kamis (26/5/2016), Casey Dienel, penyanyi indie yang tampil dengan nama White Hinterland, menuduh Bieber melanggar hak cipta lagu "Ring the Bell" yang menggunakan riff "hampir identik" tanpa izin.

Produser Skrillex dan Vivendi's Universal Music Group juga dituntut. Gugatan itu diajukan di pengadilan distrik AS di Nashville.

Juru bicara Bieber, Skrillex dan Vivendi's Universal Music Group belum berkomentar.

Dienel mengatakan "Sorry" yang muncul dalam album "Purpose" Bieber dan telah ditonton 1,42 miliar kali di YouTube, mengadopsi "karakter unik dan spesifik dari vocal riff wanita" dari lagunya, dia mengambil sampel dari delapan detik pertama "Sorry" dan beberapa bagian setelahnya.

Dia mengatakan bahkan majalah The New York Times mengakui keunikan riff itu, ketika memuji lagu Bieber, pada 13 Maret 2016.

Dalam artikel bertajuk "25 Songs That Tell Us Where Music Is Going", koran tersebut menyebut lagu Bieber sebagai "cooing arpeggio yang terasa seperti angin lembut menerpa otakmu". Dalam daftar itu lagu Bieber menempati peringkat pertama.

Dienel juga mengaku telah mencoba menghubungi Bieber untuk mendiskusikan solusi, namun ia "mengabaikan" klaimnya dan menolak untuk berbincang-bincang.

Ia meminta ganti rugi, termasuk dari keuntungan yang dihasilkan dari "Sorry". "Ring the Bell" milik Dienel ada dalam album White Hinterland berjudul "Baby".

Sudah lazim terjadi para penyanyi terkemuka dituduh mencuri ide dari komposer lain.

Kanye West pekan lalu digugat atas tuduhan mengambil bagian dari lagu 1969 milik penyanyi rock Hungaria untuk lagu "New Slaves" yang rilis 2013.

Robert Plant dan Jimmy Page dari Led Zeppelin duduk di persidangan pada 14 Juni mengenai apakah mereka mencuri chord pembuka "Stairway to Heaven" (1971) dri sebuah instrumental tahun 1967, demikian seperti dilansir Reuters



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X