Hakim Perkara Saipul Jamil: Kami Tak Terkait dengan Panitera Muda yang Ditangkap KPK

Kompas.com - 15/06/2016, 22:07 WIB
Saipul Jamil dalam ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (14/6/2016). KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGSaipul Jamil dalam ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (14/6/2016).
|
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com — Hakim anggota untuk perkara penyanyi dangdut Saipul Jamil (35), Hasoloan Sianturi, menegaskan bahwa pihaknya tak terkait dengan panitera muda Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) yang ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (15/6/2016) siang.

"Kami tegaskan, kami tidak mengetahui apa pun. Hakim-hakim sudah dikumpulkan oleh Ketua Majelis yang juga Wakil Ketua PN Jakut, tidak terkait atau tak pernah berhubungan dengan orang bernama R (panitera yang ditangkap)," kata Hasoloan kepada Kompas.com lewat telepon, Rabu malam.

Karena itu, ia juga mengatakan bahwa vonis hakim terhadap Saipul, terpidana kasus dugaan pencabulan anak, tidak dipengaruhi oleh dugaan suap panitera tersebut.

"Ya (tak ada hubungannya dengan vonis). Kami sama sekali tidak terkait," katanya lagi.

"Kami menduga-duga kalau benar dia (panitera R) mengatakan itu kepada pihak si pemberi suap itu, ya mungkin saja dia hanya spekulasi karena kebetulan perkara itu putus kemarin. Jadi, kami sama sekali enggak tahu bagaimana kawan itu bisa melakukan itu," kata Hasoloan, yang juga pejabat Humas PN Jakut itu.

Hasoloan menjelaskan alasan majelis hakim tak mengikuti alur berpikir jaksa penuntut umum (JPU) yang menuntut Saipul dengan ancaman tujuh tahun penjara.

Dalam Pasal 82 UU Perlindungan Anak, lanjut dia, unsurnya adalah harus melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, tipu daya, atau rangkaian kata bohong. Namun, pihaknya tak menemukan hal itu dalam kasus Saipul.

"Tak melakukan kekerasan untuk mencabuli korban. Makanya, itu tidak masuk pertimbangan kami," ucapnya.

Dakwaan alternatif dalam kasus tersebut adalah Pasal 290 KUHP. Unsurnya, korban harus dalam keadaan pingsan atau tidak berdaya.

Penyebab pingsan ialah diberi obat atau diberi suatu zat. Korban tidak berdaya adalah dalam keadaan diikat tangan kakinya atau dimasukkan dalam kamar.

"Sehingga pasal pertama dan kedua ini tidak memenuhi unsur itu. Karena itulah, kami terapkan Pasal 292 KUHP yang unsurnya adalah orang dewasa melakukan cabul kepada yang belum dewasa dan yang sesama jenis. Nah, itu yang pas. Ancamannya kan lima tahun itu," katanya.

"Kami itu kan tidak berpedoman kepada tuntutan karena kami melihat sisi keadilan kepada terdakwa," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap panitera muda Pengadilan Negeri Jakarta Utara dan seorang pengacara pada Rabu ini (15/6/2016).

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
Profil Han Suk Kyu, Pemeran Teacher Kim di Drama Dr Romantic 2

Profil Han Suk Kyu, Pemeran Teacher Kim di Drama Dr Romantic 2

Seleb
Profil Lee Sung Kyung, Pemeran Cha Eun Jae di Drama Dr Romantic 2

Profil Lee Sung Kyung, Pemeran Cha Eun Jae di Drama Dr Romantic 2

Seleb
Profil Erwin Gutawa, Komponis Ternama Mantan Artis Cilik

Profil Erwin Gutawa, Komponis Ternama Mantan Artis Cilik

Seleb
Profil Dul Jaelani, Musisi Muda Penerus Ahmad Dhani

Profil Dul Jaelani, Musisi Muda Penerus Ahmad Dhani

Seleb
Profil Ahn Hyo Seop, Pemeran Seo Woo-Jin di Drama Dr Romantic 2

Profil Ahn Hyo Seop, Pemeran Seo Woo-Jin di Drama Dr Romantic 2

Seleb
Profil Gita Gutawa, Musisi yang Melejit Lewat Yang Terbaik Bagimu

Profil Gita Gutawa, Musisi yang Melejit Lewat Yang Terbaik Bagimu

Seleb
Profil Tina Toon, Pelantun Bolo-Bolo yang Jadi Anggota DPRD DKI

Profil Tina Toon, Pelantun Bolo-Bolo yang Jadi Anggota DPRD DKI

Seleb
Profil Once Mekel, Mantan Vokalis Dewa 19 yang Jadi Penyanyi Terbaik Sepanjang Masa

Profil Once Mekel, Mantan Vokalis Dewa 19 yang Jadi Penyanyi Terbaik Sepanjang Masa

Seleb
komentar di artikel lainnya
Close Ads X