Kronologi Penangkapan Kakak dan Kuasa Hukum Saipul Jamil oleh KPK

Kompas.com - 16/06/2016, 15:32 WIB
Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK Yuyuk Andriati (kiri) bersama Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat jumpa pers terkait operasi tangkap tangan (OTT) di Gedung KPK, Jakarta (16/6/2016). Dalam OTT tersebut KPK mengamankan barang bukti uang sebesar Rp 250 juta serta menetapkan empat orang tersangka yaitu pengacara Saipul Jamil, Berthanatalia Ruruk Kariman dan Kasman Sangaji, panitera pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Utara Rohadi, dan kakak Saipul Jamil, Samsul Hidayatullah yang tertangkap suap terkait pengurangan vonis perbuatan asusila terhadap anak. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOKepala Biro Hubungan Masyarakat KPK Yuyuk Andriati (kiri) bersama Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat jumpa pers terkait operasi tangkap tangan (OTT) di Gedung KPK, Jakarta (16/6/2016). Dalam OTT tersebut KPK mengamankan barang bukti uang sebesar Rp 250 juta serta menetapkan empat orang tersangka yaitu pengacara Saipul Jamil, Berthanatalia Ruruk Kariman dan Kasman Sangaji, panitera pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Utara Rohadi, dan kakak Saipul Jamil, Samsul Hidayatullah yang tertangkap suap terkait pengurangan vonis perbuatan asusila terhadap anak.
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap kuasa hukum pedangdut Saipul Jamil, BN, dan seorang panitera muda PN Jakarta Utara, Rabu (15/6/2016) siang.

Pihak Saipul Jamil diduga memberi suap terkait perkara Saipul Jamil di PN Jakarta Utara.

Dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (16/6/2016), Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan menjelaskan kronologi penangkapan tersebut.

"Rabu pukul 10.40 WIB, KPK mengamankan penasihat hukum BN kemudian seorang panitera dari PN Jakarta Utara berinisial R di daerah Sunter, sesaat setelah penyerahan sejumlah uang dari BN kepada R," ucapnya.

Kemudian, dari tangan R, penyidik menyita uang senilai Rp 250 juta dalam sebuah kantong plastik merah.

Setelah itu, penyidik KPK bergerak menuju tiga lokasi berbeda untuk mengamankan tiga orang lainnya.

"Pertama, mengamankan SH, kakak SJ, di rumahnya di kawasan Tanjung Priok pukul 13.00 WIB. Kemudian, pengacara K di Bandara Soekarno-Hatta pada malam harinya," ucap Basaria.

Selanjutnya, penyidik menyambangi PN Jakarta Utara sekitar pukul 18.00 WIB untuk membawa seorang panitera berinisial DS guna diperiksa.

Sebelumnya, KPK juga mengamankan dua sopir. Hanya saja, ketiganya kemudian dipulangkan karena hanya dimintai keterangan sebagai saksi.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X