"Coba Katakan dengan Cinta" Kolaborasi Jelang Konser Maliq & D'Essential dan The Groove

Kompas.com - 05/08/2016, 13:39 WIB
Grup band MALIQ & D'Essentials dan The Groove diabadikan saat menggelar jumpa pers konser D'Essentials of Groove di CGV Blitz Megaplex, Grand Indonesia, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (4/8/2016). KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNGGrup band MALIQ & D'Essentials dan The Groove diabadikan saat menggelar jumpa pers konser D'Essentials of Groove di CGV Blitz Megaplex, Grand Indonesia, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (4/8/2016).
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua grup band pop progresif Indonesia,  Maliq & D'Essential dan The Groove, siap menggelar konser bersama bertajuk "D'Essential of Groove" pada 6 September 2016 mendatang.

Sebagai awalan, dua band ini merilis single hasil kolaborasi yang bertajuk "Coba Katakan dengan Cinta".

Lagu ini merupakan ciptaan Yovie Widiyanto yang diambil dari lagu Maliq & D'Essential berjudul "Coba Katakan" dan The Groove yang berjudul "Katakan dengan Cinta".

"Kalau tentang lagu mungkin buat saya tidak terlalu sulit. Musik yang dibawakan The Groove saya mengerti karena saya produser mereka pertama kali. Sekarang ketika berkembang mereka punya gaya The Groove. Begitupun Maliq saya lihat asyik nih," ujar Yovie saat menggelar jumpa pers di CGV Blitzmegaplex, Grand Indonesia, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (4/8/2016).

Yovie mengaku tidak membutuhkan waktu lama untuk meramu lagu baru tersebut.

"Buat proses lagu, enggak lama. Karena proses kreatifnya dua judul lagu dari mereka yang dipilih netizen terpilih 'Katakan dengan Cinta' dari The Groove, kalau Maliq judulnya 'Coba Katakan'. Jadi jangan ragu-ragu kalau ada cinta di depan mata katakan saja," jelas Yovie lagi.

Yovie pun mencoba mengaduk dua band ini menjadi satu dalam single buatannya. Meski demikian, ia tetap ingin menonjolkan kekuatan masing-masing demi mempertahankan ciri khas The Groove dan Maliq & D'Essential.

"Pendekatannya enggak jauh dari melody yang biasa mereka ciptakan. Misalnya awalnya Maliq banget bridge-nya, The Groove-nya di chorus-nya bareng. Kekuatan mereka jadi warna yang jadi kuat dan menarik. Saya lihat Angga kuat nyanyian dan warnanya Rika aja lengkingannya kedengeran meskipun kecil," papar Yovie.

Konser D'Essentials Of Groove akan dihelat di Jakarta Convention Centre, Senayan, Jakarta Pusat.

Pertunjukan ini diadakan dalam rangka memperingati hari jadi Maliq & D'Essential yang ke 15 tahun dan The Groove yang ke 20 tahun yang sama-sama jatuh setiap tanggal 15 Mei.

Konser ini dibagi dalam beberapa kelas tiket yakni Acid, Soul (festival), Funk (Platinum), Pop (VIP) dan Swing (Diamond).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X