Shaggydog Pakai Strategi Khusus di Prambanan Jazz 2016

Kompas.com - 21/08/2016, 12:14 WIB
Band ska asal Yogyakarta, Shaggydog, tampil dalam acara Prambanan Jazz 2016 di kompleks Candi Prambanan, Yogyakarta, Sabtu (20/8/2016) malam. KOMPAS.COM/YULIANUS FEBRIARKOBand ska asal Yogyakarta, Shaggydog, tampil dalam acara Prambanan Jazz 2016 di kompleks Candi Prambanan, Yogyakarta, Sabtu (20/8/2016) malam.
|
EditorKistyarini

YOGYAKARTA, KOMPAS.com -- Grup band asal Yogyakarta, Shaggydog, menjadi salah satu band yang tampil di Prambanan Jazz 2016.

Hal ini cukup unik mengingat Shaggydog merupakan band bergenre ska dan harus bermain di festival yang mengusung nama musik jazz.

Untuk diketahui, sehari sebelum tampil di Prambanan Jazz, Shaggydog juga tampil di pergelaran Jazz Gunung.

Meski begitu, Shaggydog mengaku memiliki strategi khusus untuk tampil dalam fastival musik jazz. Strategi apakah itu?

"Kami lebih banyak bangun komunikasi dengan penonton sih, lebih banyak ngobrol. Semalam kan kami juga main di Jazz Gunung, jadi dalam dua hari kami dua kali main di festival musik jazz," kata Heru, vokalis Shaggydog ketika berbincang dengan Kompas.com usai tampil di Prambanan Jazz 2016, Sabtu (20/8/2016) malam.

Heru mengatakan penonton festival jazz di Indonesia kebanyakan adalah penikmat musik yang kebanyakan belum pernah mendengar musik Shaggydog.

"Ini tantangan buat kami. Kami bisa mengenalkan musik Shaggydog ke lebih banyak orang," lanjut Heru.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia mengakui ada keraguan sebelum naik ke panggung. Ia memikirkan reaksi penonton ketika mendengarkan musik mereka.

"Tapi saya lihat mereka kebanyakan bukan penonton dan penggemar jazz, mereka juga bukan penonton Shaggydog seperti biasanya. Kami jadi diri sendiri aja, mainkan musik kami seperti biasa saja," ujarnya.

"Kalau dikasih jazz dari kami nanti malah bingung mereka ha ha ha," imbuh Heru dengan nada canda.

Terlepas dari semua itu, Heru mengaku bahwa penampilan mereka di sebuah festival jazz juga lebih atas nama musik dan bagaimana mereka bisa menjalin relasi dengan para penonton ketika tampil.

"Ini lebih soal musik aja. Musik untuk dinikmati banyak orang. Penonton untuk pertamanya agak gimana gitu, tapi dengan banyak komunikasi, akhirnya suasananya juga cair dan mereka bisa bergoyang dan nyanyi bareng kami," ungkap Heru.

"Kami senang malam ini respons penonton bagus, begitu juga dengan semalam ketika main di Jazz Gunung," tambahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.