Penyelenggara Sebut DWP 2016 Bisa Raup Devisa Rp 200 Miliar

Kompas.com - 07/12/2016, 18:08 WIB
Djakarta Warehouse Project 2016 djakartawarehouse.comDjakarta Warehouse Project 2016
Penulis Windoro Adi
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski akhirnya tak mendapat potongan pajak seperti dijanjikan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) DKI, Djakarta Warehouse Project (DWP) mampu mendulang devisa wisatawan asing sebesar Rp 200 miliar lewat paket kunjungan mereka ke Jakarta.

Rencananya, festival musik tari dan musik yang akan menampilkan sejumlah disjoki handal dunia ini akan digelar di JiExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, 9-10 Desember 2016.

Demikian disampaikan Asisten Manager Ismaya Live (penyelenggara acara) Sarah Deshita kepada wartawan, Rabu (7/12).

"Seluruh izin sudah kami kantongin. Terakhir kami bertemu Dispenda DKI. Sesuai janji gubernur, kami mau mendapat keringanan pajak hingga 50 persen seperti yang pernah diberikan kepada penyelenggara acara lain tahun lalu. Tapi ya sudah, meski kecewa, kami ingin acara tetap sukses dan mampu mendulang devisa sampai Rp 200 miliar untuk negara," tutur Sarah.

Devisa tersebut berasal dari 20.000 wisatawan asing yang masing-masing bakal menghabiskan uang Rp 10 juta rupiah selama tiga hari tinggal di Jakarta.

"Kami telah menyiapkan bus-bus dan hotel untuk mereka dalam satu paket tontonan. Mereka akan kami dampingi sejak dari bandara, ke hotel sampai ke lokasi pertunjukkan," papar Sarah.

Devisa senilai Rp 200 miliar tersebut, tambahnya, belum termasuk devisa lain yang masuk saat mereka membelanjakan uangnya di pusat pusat perdagangan, kuliner, dan tempat hiburan lain.

"Jadi semua diuntungkan. Dari pengusaha kecil sampai pengusaha besar," ujarnya.

Oleh karena itu ia berharap, warga Jakarta mau memanfaatkan peluang kedatangan mereka untuk mendapatkan peluang usaha.

Ia mengatakan, tahun lalu penyelenggara mampu menjadi penyelenggara acara serupa terbaik di dunia.

Sarah menegaskan, bahwa event DWP pernah menjadi pagelaran musik nomor satu di dunia setelah menggeser sejumlah negara lain.

"Kita mau bukan cuma Bali yang dikenal wisatawan asing, tetapi juga Jakarta," tuturnya. Pada tahun tersebut, tahun 2015, jumlah pengunjung yang datang 55.000 orang.

Sejumlah disjoki dunia yang akan tampil antara lain Zedd, Alan Walker, dan Martin Garrix. Lalu, Brennan Heart, Christina Novelli, Destructo, Jason Ross, KSHMR, Marlo, Rudimental, Snakeships, Tokimonsta, Valentino Khan, dan Yves V.

"Juga akan tampil disc jockey Asia ternama seperti Carta, Devarra, Dipha Barus, Dul, Gianni Marino, Goldfish Blink, Ksuke, LTN, MMXJ, W.W, dan Marc Benjamin.  DJ lokal yang ikut ambil bagian yakni Alu Kandi, Arrio, Aydra, Bionixxx, Evan Virgan, Hizkia, Hudi, Joyo, Justeen, Nix, RBA, Stan, Trilions, Yesterday Afternoon Boys, Mc Bam, Mc Cherryl, Mc Drwe, Flicker Screen, Isha Hening, dan RPTV," paparnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X