Jodhi Yudono Tebar Cinta lewat Nyanyian Puisi

Kompas.com - 14/12/2016, 11:03 WIB
Penulis Susi Ivvaty
|
EditorKistyarini

Dengan Marusya tampil pada piano, nyanyian puisi terdengar makin indah.

Unggulan penata musik terbaik FFI 1986 lewat film Opera Jakarta itu mengiringi nyanyian puisi di antaranya "Testimoni" (puisi karya Darmanto Jatman) dan "Doa" (Chairil Anwar).

Marusya juga menyuguhkan komposisi yang ia ciptakan dan kerap ditampilkan, Awan.

Memopulerkan puisi

Puisi Chairil Anwar telah menjadi milik publik, dan siapa pun boleh melagukannya. Melagukan puisi-puisi karya para penyair lama adalah upaya memopulerkan kembali puisi itu.

Apalagi jika kerap ditampilkan dalam konser-konser, seperti duet Ari Malibu dan Reda Gaudiamo yang melagukan puisi-puisi karya Sapardi Djoko Damono dalam banyak panggung.

Menurut Jodhi, meski puisi-puisi Chairil telah menjadi milik publik, ia merasa harus meminta izin keluarganya untuk melagukannya.

"Saya meminta izin Bu Eva, putri Chairil Anwar," kata Jodhi.

Cukup banyak puisi Chairil yang telah menjadi lagu, di antaranya "Yang Terputus" dan "Yang Terempas", "Senja di Pelabuhan Kecil", dan "Diponegoro".

"Kalau orang lain mau menciptakan lagu dari puisi Chairil dengan judul yang sama dengan yang saya buat, ya silakan," sambungnya.

Halaman:


Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.