Maudy Koesnaedi Punya Tradisi Bulan Madu dengan Anaknya

Kompas.com - 03/01/2017, 14:51 WIB
Maudy Koesnaedi diabadikan usai konferensi pers sandiwara Betawi berjudul Jawara: Langgam Hati dari Marunda di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta Pusat, Kamis (15/10/2015) sore. KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENG PANGERANGMaudy Koesnaedi diabadikan usai konferensi pers sandiwara Betawi berjudul Jawara: Langgam Hati dari Marunda di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta Pusat, Kamis (15/10/2015) sore.
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com -- Artis peran dan model Maudy Koesnaedi (41) mengaku protektif dalam mengasuh dan mendidik anak semata wayangnya, Eddy Maliq Meijer (9).

Bersama suaminya, Erik Meijer, ia berbagi peran, siapa yang jadi good cop dan siapa yang jadi bad cop-nya.

"Saya ini lebih tomboy dari anak saya. Sebagai ibu, dalam mengasuh Eddy, protektif, ya iya pastinya, kayak terlalu banyak pesan moral untuk anak saya," tutur Maudy.

"Kalau diibaratkan ayah-ibu bad cop-good cop, saya ini bad cop-nya. Saya tuh jadi yang cerewetnya, 'Ayo belajar, ayo ngaji, ayo sikat gigi, ayo segala macamnya.' Tapi, di sisi lain, kalau mesti futsal, saya itu bagian yang teriak-teriak, bawa dia ke lapangan," sambungnya.

"Jadi, kalau di rumah, saya memposisikan diri sebagai ibu. Tapi, kalau lagi di lapangan atau di luar, ya jadi teman. Anak saya lebih nyaman timpuk-timpukan, tindih-tindihan, tonjok-tonjokan, atau dorong-dorongan sama saya daripada sama bapaknya. Jadi, walaupun ibunya galak tapi ada momen buat Eddy bisa elus-elus kepala saya, main bola dengan saya, bahkan main dorong-dorongan dengan saya. Dia lebih nyaman ke saya," tuturnya lagi.

Bagi Maudy, ulang tahun Eddy (7 April) yang hanya berselang satu hari dengan ulang tahunnya (8 April) membantunya dalam lebih mengerti watak anaknya. Setidaknya, Eddy beda-beda tipis dari dirinya.

Biasanya, untuk membuka komunikasi atau mencipta momen yang bisa mendekatkan dirinya dengan sang anak, ia cukup duduk di sampingnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kalau sengaja ditanya-tanya, anaknya justru tidak akan bercerita banyak. Ia juga mengerti bahwa ada momen kedekatan untuk ia dan anaknya, tetapi ada juga momen kedekatan anaknya dengan sang ayah, atau bertiga sebagai keluarga.

"Kalau bapaknya ada di rumah pas weekend, itu adalah momen yang berat buat saya untuk menjalin hubungan dengan Eddy. Itu dunia kayaknya enggak ada siapa-siapa, hanya dia dan bapaknya," ceritanya.

"Nah, kalau sudah begitu, mau saya kasih apa atau ngajak ngobrol apa pun juga tidak akan tembus. Jadi, saya mengerti dan mengalah saja. Itu berarti lagi momen dia berdua dengan ayahnya," lanjutnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.