Wregas Bhanuteja Siapkan Naskah Film Baru

Kompas.com - 04/02/2017, 18:20 WIB
Sutradara film Prenjak, Wregas Bhanuteja, usai konferensi pers di Plaza Senayan XXI, Jakarta, pada Jumat (27/5/2016). KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGSutradara film Prenjak, Wregas Bhanuteja, usai konferensi pers di Plaza Senayan XXI, Jakarta, pada Jumat (27/5/2016).
EditorIrfan Maullana


JAKARTA, KOMPAS.com - Sutradara muda pemenang Festival Film Cannes 2016 Wregas Bhanuteja sedang mempersiapkan naskah untuk film baru setelah mendapat pelatihan di Prancis pada Desember tahun lalu.

"Mentor sutradara memberi masukan untuk film saya sekarang saya masih dalam tahap mengembangkannya," ujar dia kepada kantor berita Antara di Jakarta, Sabtu (4/2/2017).

Pria kelahiran 1992 itu mengatakan film barunya akan sama sekali berbeda dan tidak berbau seksual seperti film pendek Prenjak yang lolos dalam seleksi program La Semaine de la Critique, melainkan lebih beraliran drama.

Mengenai keterlibatan pemain lokal seperti pada film-film pendek sebelumnya, ia mengaku belum dapat menentukan hal itu karena pembentukan karakter masih berlangsung dalam pembuatan naskah.

Karakter filmnya nanti, kata dia, tidak terikat pada kota apapun dan tergantung pada kapabilitas produksinya nanti, jadi belum diputuskan akan bekerja sama dengan aktris lokal lagi atau profesional.

"Saya belum memutuskan. Saya lebih fokus pada memutuskan karakter yang paling cocok maupun dia tidak membutuhkan banyak sekali usaha," tutur dia.

Untuk film barunya, alumni IKJ itu berencana memanfaatkan rumah produksi yang lebih besar, sementara Studio Batu Yogyakarta yang melahirkan Prenjak mungkin akan membantu.

Wregas mengaku tidak menentukan target dalam menyelesaikan naskah dan tidak terburu-buru agar naskahnya matang sebelum mulai pengambilan gambar.

"Patokan utama naskah siap, matang, tidak setengah-setengah, saya merasa nyaman baru saya siap," kata dia.

Adapun laboratorium pengembangan cerita bagian dari acara Cannes pada Desember 2016, diakuinya turut memperkaya naskah karena pandangannya semakin terbuka.

Dalam kegiatan itu, ia bertemu dengan 10 sutradara dari berbagai negara dengan nilai masing-masing untuk berbagi ide dan masukan.

"Diskusi di Indonesia pandangan sama, kalau kemarin pandangan berbeda-beda, pandangan lebih universal bisa diterima di AS, Eropa, Asia. Orang-orang ini bisa melihat dari pandangan beda, kritik celah di sini," tutur Wregas.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X