"Yang Terlupakan", Lagu Perdana Iwan Fals di Java Jazz

Kompas.com - 06/03/2017, 00:38 WIB
Iwan Fals tampil pada Java Jazz Festival 2017 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Minggu (5/3/2017). Java Jazz Festival 2017 yang berlangusng selama tiga hari menampilkan musisi dari dalam dan luar negeri. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOIwan Fals tampil pada Java Jazz Festival 2017 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Minggu (5/3/2017). Java Jazz Festival 2017 yang berlangusng selama tiga hari menampilkan musisi dari dalam dan luar negeri.
|
EditorKistyarini

JAkARTA, KOMPAS.com - Untuk kali pertama, Iwan Fals, menjadi penampil dalam Java Jazz Festival.

Ia tampil pada hari ketiga Java Jazz Festival 2017, yang diselenggarakan di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (5/3/2017).

"Ini panggung pertama saya di Java Jazz selama 13 tahun. Kenapa bisa kali pertama diundang? Aduh jadi baper," ujar Iwan yang disambut tepuk tangan meriah dari penonton.

Iwan keluar dari sisi kiri panggung yang berhias tata cahaya kemerahan. Sambil membawa  gitar akustik andalannya, Iwan mengucapkan rasa terima kasih kepada penyelenggara Java Jazz.

KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Iwan Fals tampil pada Java Jazz Festival 2017 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Minggu (5/3/2017). Java Jazz Festival 2017 yang berlangusng selama tiga hari menampilkan musisi dari dalam dan luar negeri.
"Musik sudah mempersatukan kita dari yang warna merah, biru, kuning, putih, dan sebagainya," ujar Iwan yang kemudian melantunkan lagu perdana berjudul "Yang Terlupakan".

Tembang itu membuat penonton terhanyut dalam nostalgia, terutama bagi para penonton yang seusia dengan Iwan.

Tanpa ada komando dari Iwan, mereka ikut menyanyikan lagu dari album Sarjana Muda, yang dirilis pada tahun 1981 itu.

KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Iwan Fals tampil pada Java Jazz Festival 2017 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Minggu (5/3/2017). Java Jazz Festival 2017 yang berlangusng selama tiga hari menampilkan musisi dari dalam dan luar negeri.
"Rasa sesal didasar hati diam tak mau pergi // Haruskah aku lari dari kenyataan ini // Pernah ku mencoba tuk sembunyi // Namun senyummu tetap mengikuti," dinyanyikan bersama,

"Jadi sebenarnya awal lagu ini dari gitar dulu. Makanya saya tadi bunyiin, untuk mengingatkan," kata Iwan di sela lagu.

Usai lagu itu, Iwan kemudian melanjutkan dengan tembang "Izinkan Aku Menyayangimu". Iwan tampil sebagai penutup di panggung BNI Stage sejak pukul 23.40 WIB.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X