Iwan Fals: Filosofi OI Itu Seruan untuk Berbuat Baik

Kompas.com - 08/03/2017, 08:13 WIB
Artis musik Iwan fals saat diabadikan di kawasan Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (7/3/2017). KOMPAS.com/Dian Reinis KumampungArtis musik Iwan fals saat diabadikan di kawasan Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (7/3/2017).
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis musik Iwan Fals mengajak para penggemarnya, yang disebut OI (Orang Indonesia), untuk melakukan hal positif.

"OI itu intinya silaturahim, hubungan antar manusia. Penting mengingatkan kasih sayang. Enggak ada pamrih. OI filosofinya teriakan, seruan padahal enggak kenal satu-persatu. Seruan untuk berbuat baik," ujar Iwan saat ditemui di kawasan Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (7/3/2017).

Iwan menjelaskan OI di seluruh Indonesia melakukan beragam kegiatan yang positif.

"Ada OI yang selalu berkegiatan yang bermanfaat. OI ada kegiatan seni olahraga, ada pendidikan, ada akhlak, ada niaga. Kita rutin. Ada lingkungan, ada donor darah dan sampah, menanam pohon juga," katanya.

Kegiatan-kegiatan itu dilakukan dengan serius, bahkan bisa menghasilkan penghargaan dari pemerintah setempat.

"Di Jawa Barat terbaik di (bidang) lingkungan hidup. Teman-teman OI bertanding untuk kebaikan. Dapat penghargaan dari pemerintah Jawa Barat dan saling bertanding untuk kebaikan.Tahun ini Jabar (yang dapat)," ucapnya.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X