Malaysia Sensor Adegan Gay dalam "Beauty and the Beast"

Kompas.com - 14/03/2017, 17:21 WIB
Emma Watson dan Dan Stevens bermain dalam film Beauty and the Beast (2017) Walt Disney StudiosEmma Watson dan Dan Stevens bermain dalam film Beauty and the Beast (2017)
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan sensor Malaysia dilaporkan telah memotong "adegan gay" dalam film Disney Beauty and the Beast sebelum disetujui untuk ditayangkan di negara tersebut.

Pemotongan adegan dilakukan setelah film itu mengalami masalah di Rusia, yang pekan lalu mengkategorikan film tersebut sebagai film untuk penonton dewasa setelah ada tekanan dari anggota parlemen ultra-konservatif untuk melarang penayangannya.

Bill Condon, yang menyutradarai film tersebut, mengungkapkan bahwa film itu memuat "adegan gay eksklusif pertama" di Disney, meski beberapa kritikus mengatakan adegan tersebut sangat ringan dan singkat.

Ketua Badan Sensor Malaysia (LPF) Abdul Halim Abdul Hamid mengatakan kepada surat kabar The Star bahwa film tersebut "sudah disetujui.... dengan pemotongan minor."

Pemotongan tersebut hanya berfokus pada "adegan gay" dalam film, kata Abdul Halim, menambahkan film tersebut masuk kategori PG-13 -- yang mengindikasikan bahwa beberapa materi film mungkin tidak pantas ditonton oleh kalangan pra-remaja.

Disney menunda perilisan film yang menampilkan bintang Harry Potter Emma Watson itu di Malaysia awal pekan ini karena masih ada "tinjauan internal" menurut jaringan bioskop Golden Screen Cinemas yang menjadwalkan perilisan film pada Kamis (16/3/2017).

Kantor Disney di Singapura tidak bisa segera dimintai konfirmasi mengenai keputusan penyensoran itu atau kapan film akan mulai ditayangkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam penggambaran dongeng Beauty and the Beast, Le Fou, karib tokoh antagonis Gaston, diperankan oleh Josh Gad sebagai pria gay, menjadikannya sebagai karakter LGBT pertama Disney.

Film itu juga mendapat kecaman dari tokoh agama di negara tetangga Singapura.

"Para orangtua harus dinasihati agar memandu anak-anak mereka mengenai Beauty & the Beast baru ini," kata Presiden Dewan Gereja Nasional Singapura, Uskup Rennis Ponniah.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X