Gita Gutawa Semakin Kagum pada Kartini

Kompas.com - 21/04/2017, 09:40 WIB
Gita Gutawa saat dijumpai dalam acara Kartini Masa Kini di Rumah Maroko, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/4/2017) malam. KOMPAS.com/SINTIA ASTARINAGita Gutawa saat dijumpai dalam acara Kartini Masa Kini di Rumah Maroko, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/4/2017) malam.
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com – Dulu penyanyi Gita Gutawa selalu merayakan Hari Kartini yang diperingati setiap 21 April dengan memakai kebaya. Sayangnya, ia tidak benar-benar mengenal seperti apa sosok Kartini.

“Kalau dulu pakai kebaya merayakan Kartinian 21 April, pakai konde, sayang sekali enggak tahu bener sosoknya seperti apa,” ucap Gita saat dijumpai dalam acara Kartini Masa Kini di Rumah Maroko, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/4/2017) malam.

“Buat saya pribadi pas kecil harus kagum sosoknya, tapi enggak tahu aslinya,” imbuhnya.

Pelantan “Memang Kenapa Bila Aku Perempuan?” ini berujar semakin dewasa, ia tidak bisa menghilangkan kekagumannya pada sosok Kartini dan apa yang diperbuatnya.

“Kayak surat-suratnya, cara berpikirnya, emang layak dijadikan pahlawan karena pada zamanya, pemikiran beliau jauh sekali,” terang pemilik nama lengkap Aluna Sagita Gutawa ini.

“Kita pun sebagai perempuan jadi ingat sejarah bahwa kita tuh untuk inget sejarah pada akhirnya kita bersyukur. Karena kita lebih enak dari perempuan yang lama (di zaman dulu),” ucap Gita lagi.

Sebagai Kartini di tengah generasi milenial, Gita pun sedang menjalankan proyek bernama Gita Puja Indonesia. Dalam proyek itu ia mengaransemen lagu-lagu nasional untuk dinyanyikan kembali.

Salah satu lagunya ialah “Ibu Kita Kartini”. Proyek ini disertai sebuah movement yang ia beri nama #perempuanjugabisa.

“Sekarang, kalau kita mau, kita bisa. Makanya, sekarang saya selalu pakai hashtag #perempanjuga bisa, dan itu spirit yang harus kita rayakan,” pungkas Gita.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X