Afgan Batal Konser, Penggemar Lapor ke Polisi

Kompas.com - 25/04/2017, 16:54 WIB
Afgan tampil di hari ke dua Java Jazz Festival 2017 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (04/03/2017). Festival musik tahunan berskala dunia ini berlangsung hingga Minggu, 5 Maret mendatang. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELIAfgan tampil di hari ke dua Java Jazz Festival 2017 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (04/03/2017). Festival musik tahunan berskala dunia ini berlangsung hingga Minggu, 5 Maret mendatang.
EditorIrfan Maullana

SEMARANG, KOMPAS.com - Puluhan penggemar Afgan Syahreza melapor ke Polrestabes Semarang, setelah konser penyanyi berusia 28 tahun tersebut dibatalkan oleh penyelenggaranya.

Perwakilan 67 Afganisme (sebutan penggemar Afgan) mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polrestabes Semarang, Selasa (25/4/2017), untuk melaporkan pengelola event organizer Pratama Jaya Sentosa, Wiyani Shinta Dewi, selaku penyelenggara konser.

Salah seorang perwakilan Afganisme, Karlina Kusumaningrum (26), menjelaskan bahwa konser Afgan seharusnya digelar pada 15 April 2017 di Hotel Horison Semarang, Jateng.

Namun, menurut dia, konser tersebut dibatalkan dan baru diberitahukan beberapa saat sebelum pertunjungan tersebut seharusnya digelar.

"Dibatalkan pada hari itu, kemudian dijanjikan pengembalian uang tiket pada 17 April," ucap warga Muktiharjo, Kecamatan Margo ini.

Selain itu, lanjut dia, pihak penyelenggara juga tidak menjelaskan secara detail penyebab pembatalan itu.

Janji pengembalian uang tiket itu, lanjut dia, juga tidak dipenuhi. Padahal, para penggemar Afgan tersebut sudah membeli tiket dengan harganya berkisar antara Rp 200.000 hingga Rp 900.000 per orang.

"Kerugian total kalau dihitung sekitar Rp83,8 juta," ujarnya, menegaskan.

Para penggemar Afgan tersebut melaporkan Wiyani Shinta Dewi yang diketahui beralamat di Taman Adenia II Perumahan Graha Padma, Krapyak, Semarang Barat.

Menurut Karlina, para penggemar Afgan sempat mencari terlapor ke rumah kontrakannya itu untuk meminta ganti rugi. Namun, ternyata terlapor sudah tidak tinggal lagi di alamat tersebut.

Atas niat tidak baik terlapor, perkara tersebut kemudian dilaporkan ke polisi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X