Ariana Grande Lanjutkan Tur Paris dengan Pengamanan Ketat

Kompas.com - 07/06/2017, 23:58 WIB
Penyanyi Ariana Grande tampil dalam acara Wango Tango 2016 di StubHub Center di Carson, California, AS, pada 14 Mei 2016. Frederick M Brown/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/AFPPenyanyi Ariana Grande tampil dalam acara Wango Tango 2016 di StubHub Center di Carson, California, AS, pada 14 Mei 2016.
EditorIrfan Maullana

KOMPAS.com - Penyanyi asal Amerika Serikat, Ariana Grande, akan melanjutkan tur dunianya di Paris pada hari Rabu (7/6/2016), atau lebih dari dua pekan setelah serangan bom bunuh diri di Manchester.

Keamanan akan semakin diperketat di ibu kota Prancis, sehari setelah polisi menembak seorang pria yang menyerang seorang polisi di luar Gereja Notre Dame yang terkenal di dunia itu.

Jalan-jalan di sekitar tempat konser di timur kota Paris akan diblokir, sementara polisi membantu petugas keamanan memeriksa penggemar saat mereka tiba di pertunjukan tersebut.

Bahkan sebelum serangan Notre Dame pada Selasa lalu, polisi mengumumkan sebuah rencana yang signifikan pada konser penyanyi AS tersebut dengan mencatat "konteks simbolik yang kuat".

Pada 22 Mei 2017 seorang pembom bunuh diri meledakkan dirinya yang menewaskan 22 orang termasuk 7 anak pada konser Grande di Manchester.

Ia pun membatalkan tur di London, Belgia, Jerman, Polandia dan Swiss, kemudian kembali ke Florida, sebelum kembali ke Manchester pada hari Minggu untuk memberikan pertunjukan kepada korban serangan tersebut.

Sebelum pertunjukan di Paris, para penggemar mengatakan mereka tidak akan menyerah pada ketakutan.

"Saya merasa sangat cemas tapi saya tidak ingin hal itu menghentikan saya untuk pergi. Saya mungkin akan merasa gelisah, saya harap keamanan ketat -jika ada sesuatu yang direncanakan, tidak banyak yang dapat kami lakukan," kata Caoimhe McDonnell, seorang siswa berusia 19 tahun dari Irlandia Utara yang tinggal di Paris.

Clodagh Ennis (19) menambahkan, "Saya merasa jika tidak pergi ke konser maka membiarkan para teroris itu menang, itulah yang mereka inginkan, mereka ingin orang ketakutan."

"Secara pribadi, saya tidak secara alami menjadi orang yang khawatir. Tentu akan ada pemikiran tentang 'Bagaimana jika sesuatu terjadi?' Tapi saya tahu mungkin ada orang yang lebih khawatir dariku," pungkas Clodagh Ennis, demikian AFP.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.