Ashanty Gugup Baca Puisi Ditonton Anang Hermansyah

Kompas.com - 20/07/2017, 10:17 WIB
Ashanty Siddik dan Anang Hermansyah diabadikan di GIK Grand Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (18/7/2017). KOMPAS.com/Tri Susanto SetiawanAshanty Siddik dan Anang Hermansyah diabadikan di GIK Grand Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (18/7/2017).
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi Ashanty menjadi salah satu pembaca puisi dari karya penulis dan jurnalis Harian Kompas Bre Redana.

Ashanty membawakan sebuah judul puisi dalam buku berjudul "New Urban Sensation! Sebuah Novel" yang diluncurkan Bre di Galeri Indonesia Kaya (GIK) Grand Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (18/7/2017).

Ashanty mengatakan ada rasa deg-degan ketika membacakan puisi di depan banyak orang. Kali terakhir ia membaca puisi adalah saat duduk di bangku sekolah dasar.

"Aku terakhir baca puisi pas SD. Ditawarin bisa ikut acara ini deg-degan banget, karena belum pernah baca bukunya dan pas aku baca, ceritanya menarik," katanya di Galeri Indonesia Kaya (GIK) Grand Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (18/7/2017).

Apalagi rasa deg-degan Ashanty itu tidak lepas setelah beberapa menit sebelum membacakan puisi, suaminya, Anang Hermansyah, ternyata datang.

"Iya tadi dia lihat. Padahal aku sudah minta datang jangan buru-buru. Tahu-tahu datang sebelum acara di mulai. Ya, enggak apa-apa, dia memberikan motivasi," kata Ashanty yang membacakan puisi diurutan kedua itu.

Ashanty terlibat dalam pembacaan puisi setelah ditawari oleh artis peran Happy Salma, yang merupakan penggagas dari acara tersebut melalui Titimangsa Foundation.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain Happy, pembacaan puisi juga dibacakan oleh Roy Marten, Eros Djarot, Butet Kertaredjasa, Samuel Mulia, Petty S Fatimah, dan sederet orang terdekat Bre lainnya.

"Aku bilang sama Happy, ya sudah deh aku mau. Di sini yang publik figur juga cuma beberapa orang. Jadi senang bisa ikut berpartisipasi," ucapnya.

Malahan Ashanty mengaku jadi menagih. Jika ad tawaran seperti itu lagi, Ashanty tidak akan menolaknya. Ia tidak memasalahkan antara bernyanyi dan membacakan puisi.

Menurut dia, intonasi dan melakukannya dari hati adalah kunci yang sama antara bernyanyi dan berpuisi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X