Widi Mulia Apresiasi Angga Dwimas Sasongko yang Ingin Mengajar Gratis

Kompas.com - 23/07/2017, 21:30 WIB
Widi Mulia di sela nonton bareng film Filosofi Kopi 2: Ben & Jody untuk kedua kalinya di XXI Lippo Mall Kemang Village, Jakarta Selatan, Minggu (23/7/2017).KOMPAS.com/Tri Susanto Setiawan Widi Mulia di sela nonton bareng film Filosofi Kopi 2: Ben & Jody untuk kedua kalinya di XXI Lippo Mall Kemang Village, Jakarta Selatan, Minggu (23/7/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi Widi Mulia mengapresiasi langkah yang diambil oleh sutradara Angga Dwimas Sasongko soal mengajar gratis jika film Filosofi Kopi 2: Ben & Jody bisa tembus 800.000 penonton.

"Itu keren banget. Aku bantu juga lewat media sosial aku," ucapnya sebelum menonton film tersebut di XXI Lippo Mall Kemang Village, Jakarta Selatan, Minggu (23/7/2017).

Widi menilai ide Angga positif dalam mengincar target jumlah penonton. Menurut dia, butuh komitmen yang kuat dari Angga.

"Itu sebuah keputusan Angga yang perlu didukung. Delapan ratus ribu mah bisalah, lewat," ucap dia.

"Apalagi anak SMK kan lagi kritis-kritisnya," lanjut dia.

Diberitakan sebelumnya, sutradara Angga Dwimas Sasongko sudah mengungkapkan nazarnya akan mengajar soal story telling kepada murid-murid SMK di delapan kota di Indonesia.

[Baca juga: Angga Dwimas Sasongko Janji Mengajar Gratis jika Filkop 2 Tembus 800.000 Penonton ]

Angga bernazar demikian lantaran terinspirasi dari perbincangannya dengan anak-anak SMK 6 jurusan multimedia seusai menonton film tersebut. Angga berpikir untuk memberikan seminar ke sekolah yang ditargetkannya.

Filosofi Kopi 2: Ben & Jody berkisah tentang perjalanan Ben (Chicco Jerikho) dan Jody (Rio Dewanto) setelah memutuskan menjual kedai mereka.

[Baca juga: Angga Dwimas Sasongko: Sudah Tugas Saya Mengedukasi Penonton]

Mereka lalu berkeliling Indonesia demi membagikan "kopi terbaik".

Petualangan seru Ben dan Jody bersama Kombi Filosofi Kopi menemui jalan buntu.

Puncaknya terjadi di suatu malam di Bali, saat Aga, Aldi, dan Nana memutuskan mengundurkan diri dengan alasan masing-masing.

Ben dan Jody pun harus membuat mimpi baru; pulang ke Jakarta dan mendirikan kedai kopi nomor satu, lagi.

[Baca juga: Angga Dwimas Sasongko Sasar SMK di Bawah Rata-rata untuk Penuhi Nazarnya ]


EditorKistyarini

Close Ads X