Livi Zheng Angkat Gamelan Bali dalam Film Terbaru

Kompas.com - 24/07/2017, 11:30 WIB
Livi Zheng ditemui di Hotel Nam, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (22/7/2017). KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGLivi Zheng ditemui di Hotel Nam, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (22/7/2017).
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah sukses dengan film laga Brush with Danger, sutradara muda Indonesia yang berkarier di Hollywood, Livi Zheng, kembali dengan karya terbaru. Dalam filmnya kali ini yang berkonsep semi dokumenter, Livi mengangkat gamelan Bali.

"Saya lagi shooting film judulnya Bali: Beats of Paradise. Di film ini kami mengangkat kebudayaan Bali dan gamelan Bali," ujar Livi saat ditemui di Nam Hotel, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (22/7/2017).

Menurut Livi, gamelan menjadi isu menarik karena tak banyak yang tahu bahwa alat musik tradisional Indonesia itu sudah mendunia.

Ia ingin lewat film Bali: Beats of Paradise, orang-orang bisa lebih memahami warisan budaya Indonesia.

"Jadi sebetulnya gamelan Bali itu udah dipakai di Hollywood. Contohnya film Avatar karya James Cameron itu diliput LA Times bahwa itu memakai gamelan Bali. Nintendo yang game Mario Bros juga pakai gamelan. Cuma orang mungkin banyak yang enggak sadar itu gamelan. Padahal gamelan udah go international banget," kata Livi.

Dalam film ini, Livi menghadirkan seorang guru besar gamelan dari Bali bernama I Nyoman Wenten dan istrinya, Nanik Wenten, yang seorang penari.

"Film ini ceritanya tentang suami istri orang Indonesia yang sukses di Amerika. Suaminya pemain gamelan dan istrinya penari. Istrinya meng-koreografi Ricky Martin dan suaminya udah main di mana-mana. Contohnya di Disney Hall, Lincoln Center, di banyak negara Amerika Selatan dan negara negara Asia," kata Livi.

Ia juga menampilkan gitaris jazz I Wayan Balawan yang pernah belajar gamelan Bali.

"Karena gamelan itu kan sudah mendunia. Jadi kami juga mewawancarai pakar-pakar di Amerika yang menggunakan gamelan. Untuk shooting di Bali kami juga mewawancara orang Bali asli," ujar Livi.

Di Bali Livi dan timnya mengambil gambar di 10 lokasi, di antaranya Besakih, Jimbaran, dan Ubud. Film ini merupakan inisiasi dari Konsulat Republik Indonesia (KJRI) di Los Angeles, AS, dan rencananya akan tayang pada Agustus 2017 mendatang.

"Project ini dapat sponsor dan akhirnya kami bisa berangkat ke Bali. Hopefully (didedarkan) ke seluruh dunia. Filmnya baru 30 persen shooting. So far so good. We will be shooting for the next few weeks di Bali," ujar Livi.

"Sebetulnya dari dulu saya pengin sekali bikin film layar lebar full shooting di Indonesia. Dan Beats of Paradise ini benar-benar full feature film yang akhirnya shooting di Indonesia. Jadi saya begitu bersemangat dengan proyek ini," tambahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.