Reza The Groove: Orangtua Perlu Batasi Konten yang Ditonton Anak

Kompas.com - 29/07/2017, 07:08 WIB
Reza The Groove usai ditemui dalam gelaran acara Penganugerahan 20 Lagu Anak Dendang Kencana 2017, di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (27/7/2017), KOMPAS.com/SINTIA ASTARINAReza The Groove usai ditemui dalam gelaran acara Penganugerahan 20 Lagu Anak Dendang Kencana 2017, di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (27/7/2017),
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Personel The Groove, Reza Hernanza Desiawan, setuju dengan pendapat bahwa akses ke konten-konten di YouTube sangatlah mudah. Anak-anak pun bisa menonton berbagai video di YouTube dengan mudah.

Reza mengatakan, di sinilah peran orangtua dibutuhkan. Orangtualah yang seharusnya memilah konten mana yang aman buat anak dan mana yang tidak.

"Karena sekarang kalau kita buka YouTube, akses bisa ke mana-mana bisa kecuali yg di-protect. Bisa tuh orangtua mem-protect jadi anak-anak enggak akses konten dewasa. Tapi kalau orangtua enggak begitu kan bahaya," kata Reza saat dijumpai di acara Dendang Kencana 2017 di Bentara Budaya, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (27/7/2017).

Ia menyadari anak masa sekarang memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar. Karena itulah orangtua perlu mengarahkan anak dalam menonton konten di YouTube.

"Tapi kalau orangtua bener-bener ngebatasin mana yang boleh mana yang belum layak, ya bakalan jadi bener. Justru yang berperan besar ya orangtua ini. Yang bahaya adalah yang tidak concern," tambahnya.

Salah satu hal yang menjadi kegelisahan Reza adalah adanya lagu-lagu dewasa yang bisa dengan mudahnya didengar atau ditonton anak-anak di YouTube.

"Sebagai contoh, anaknya adik gue umur SD, masa dia nyanyi 'Versace on the Floor' (dinyanyikan Bruno Mars). Hapaaal banget. Itu kan liriknya aja tentang... aduh, gitu kan. Anaknya mungkin enggak ngerti artinya, tapi kok miris ya. Kasihan," ujar Reza.

Karena itu ia kembali menegaskan bahwa dalam memperdengarkan lagu anak-anak yang sesuai, orangtua memiliki peranan penting.

"Kuncinya itu di orangtua. Dari kecil salah ngasih musik, malah tumbuh kembangnya bisa berbahaya. Bisa... sorry to say ya, gedenya jadi enggak bener," terang Reza.

"Memang musik itu harus by process, sesuai umur. Ada prosesnya. Jadi TK mendengarkan musik seperti apa, SD seperti apa beda lagi. Memang sesuai perkembangan umur," pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X