Tohpati: Lagu Anak Harus Disesuaikan karena Zaman Berganti

Kompas.com - 29/07/2017, 08:10 WIB
Tohpati ditemui usai acara Penganugerahan 20 Lagu Anak Dendang Kencana 2017, di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (27/7/2017), KOMPAS.com/SINTIA ASTARINATohpati ditemui usai acara Penganugerahan 20 Lagu Anak Dendang Kencana 2017, di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (27/7/2017),
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Gitaris dan pencipta lagu Tohpati berpendapat bahwa lagu anak-anak masa kini harus diciptakan melalui riset telebih dulu karena anak-anak zaman dulu dan masa kini tidaklah sama.

"Ya, sebenarnya zaman udah berganti, udah berubah. Ada Uber, ada YouTube, musik pun juga udah berubah. Jazz udah enggak swing banget. Jadi menurut saya, lagu anak itu harus ada penyesuaian juga," kata Tohpati saat ditemui Kompas.com di Bentara Budaya, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (27/7/2017).

Ia mengatakan bisa jadi kualitas manusia sekarang sudah berbeda dibandingkan dengan masa lalu. Sekarang sudah banyak "anak ajaib" di dunia musik.

"Anak 6 tahun bisa main drum luar biasa kayak 30 tahun. Pemain piano banyak banget yang anak kecil. Jadi harusnya mereka-mereka ini adalah tanda bahwa generasi itu berubah," sambungnya.

Pemilik album Guitar Fantasy ini menambahkan, penyesuaian lagu anak-anak juga bisa dilakukan dari segi musik dan cara penyampaiannya.

"Selain nada, lirik, musik juga harus dikembangin. Cara mempresentasikan musik, lagu ini sampai ke anak enggak? Jangan cuma latihan sama melodi dan lirik, tapi musiknya elektro," terang Tohpati.

"Zaman udah berubah. Anak kecil dengerinnya udah EDM. Jadi produksi musik harus ditingkatkan karena zaman udah berubah," sambungnya.

Karena itu Tohpati juga ingin ambil bagian dalam mengulang kembali masa-masa jaya lagu anak-anak, yang ia mulai dari karyanya sendiri.

"Semua elemen harus bergerak bareng. Kalau aware harus bisa memainkan lagu anak mulai saat ini," kata pria berkacamata ini.

"Saya coba di Instagram responsnya bagus. Lagu anak-anak menurut saya dari segi musisi, musiknya bagus. Gimana caranya dewasa bisa nikmatin," tutupnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X