Young Lex: YouTube Bisa Mencerminkan Kepribadian Bangsa

Kompas.com - 05/08/2017, 14:31 WIB
Youtuber Young Lex berpose usai jumpa pers The Underdogs di Hong Kong Cafe, Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (31/7/2017). KOMPAS.com/Dian Reinis KumampungYoutuber Young Lex berpose usai jumpa pers The Underdogs di Hong Kong Cafe, Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (31/7/2017).
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi rap yang juga YouTuber Young Lex menilai media sosial YouTube kini telah berubah menjadi sebuah industri yang menghasilkan banyak keuntungan.

"Sekarang (Youtube) udah jadi industri, dulu belom, sekarang udah banyak kepentingan, ada yang cari uang, kepentingan politik, banyak," kata Young Lex saat berkunjung ke redaksi Kompas.com di Gedung Kompas Gramedia, Pal Merah, Jakarta Pusat, Jumat (4/8/2017)

Kondisi berbeda ketika Young Lex mengunggah konten videonya ke Youtube kira-kira enam tahun lalu. Saat itu dia belum berpikir keuntungan.

"Dulu orang mau bikin karya taro di YouTube, kepentingan gue di YouTube enam tahun lalu adalah gue upload tujuannya buat ngasih tahu ke orang-orang," ucap bintang film The Underdogs itu.

"Tanpa tahu bisa hasilin uang, enggak ada barometer dari jumlah view, jadi beda banget," sambungnya.

Meski demikian, pemilik nama lengkap Samuel Alexander Pieter itu tak memungkiri banyak hal negatif yang ia dapatkan ketika menjadi pembuat konten YouTube.

"Pembajakan konten, YouTube ini bisa mencerminkan kepribadian bangsa menurut gue dari komen ya, karena komen mereka mencerminkan diri mereka sendiri, banyak kometar negatif," ucap pelantun "O Aja Ya Kan" itu.

Rekan duet Awkarin dalam tembang "Bad" itu mengaku sering mengalami pembajakan konten dari pengguna YouTube lainnya.

"Sering (mengalami pembajakan), jadi konten kita di-download sama mereka, digabungin sama konten lain, (kemudian) di-upload, judulnya dikasih yang beda tapi isinya sama sekali enggak sama kayak judul," tutur Young Lex bercerita.

Namun, Young Lex dengan santai menanggapi hal tersebut. Dia punya penilaian pribadi akan masalah ini.

"Enggak marah juga sih, ya biarin aja. Mungkin itu cara mereka cari rezeki gitu, ya udah mungkin dia butuh duit biarin aja, rezekinya mereka dan kalaupun harus dipangkas itu bukan tugas gue sih. Biar YouTube-nya aja," imbuhnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.