Cerita Gita Gutawa di Balik Rekaman Lagu "Mengheningkan Cipta"

Kompas.com - 11/08/2017, 21:11 WIB
Gita Gutawa meluncurkan album berisi lagu-lagu nasional dengan judul Gita Puja Indonesia di Galeri Foto Jurnalistik Antara, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (11/8/2017). KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWANGita Gutawa meluncurkan album berisi lagu-lagu nasional dengan judul Gita Puja Indonesia di Galeri Foto Jurnalistik Antara, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (11/8/2017).
|
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi Gita Gutawa baru saja merilis album bertajuk 'Gita Puja Indonesia', yang berisi lagu-lagu nasional dan diaransemen ulang bersama ayahnya, komposer musik Erwin Gutawa.

Di balik proses pembuatan album itu, ada sebuah lagu yang membuat Gita harus bekerja keras. Lagu itu adalah "Mengheningkan Cipta" yang diciptakan oleh T Prawit.

"Lagu itu saya banyak up and down juga. Pas pertama mau rekaman aku kan sudah sering nyanyiin, udah biasa lah ya. Ternyata aku temukan banyak versi lirik," ujarnya di sela tampil showcase di Gedung Galeri Jurnalistik ANTARA, Jakarta Pusat, Jumat (11/8/2017).

Versi berbeda itu terletak pada kata 'Memuja' atau 'Memuji'. Itu, kata Gita, ia ketahui setelah menelusuri berbagai referensi di dunia maya.

Menurut dia, banyak yang berbeda bahkan ketika memutar lagu itu pada situs video YouTube. Tak mau salah, Gita pun mendatangi Arsip Nasional RI. Sayang, kata Gita, mereka tidak memiliki salinan aslinya.

[Baca juga: Ditanya soal Pacar, Gita Gutawa Bilang Waduh]

 

"Akhirnya aku pas lagi urus soal hak cipta sama papa, aku sekalian nyariin lagu ini lewat versi publishing resminya. Jadi di situ yang benar adalah 'memuja'," kata Gita.

"Ini semoga bisa membantu ke semuanya dengan versi yang benar," sambung dia.

Lebih lanjut Gita mengatakan bahwa "Mengheningkan Cipta" adalah lagu nasional terfavoritnya.

"Kalau aku boleh cerita. Lagu 'Mengheningkan Cipta' adalah lagu favorit saya karena melodi dan lirik puitis dan menyayat. Senang bisa bikin versi rekaman dibantu papa," kata Gita.

[Baca juga: Ini Kriteria Calon Kekasih Gita Gutawa]



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X